Politik jalanan

Asphalt Berbicara: Ketika Politik Turun ke Jalan

Politik seringkali dibayangkan terjadi di gedung-gedung megah parlemen atau di balik meja perundingan yang formal. Namun sesungguhnya, esensinya juga berdenyut kuat di jalanan, di tengah keramaian kota. Inilah "politik jalanan": ekspresi politik langsung dari rakyat.

Bukan sekadar keramaian atau protes spontan. Ia adalah wujud nyata dari partisipasi publik di luar koridor formal parlemen atau kotak suara. Politik jalanan melibatkan individu dan kelompok masyarakat yang merasa suaranya tak terwakili, atau desakannya tak didengar melalui jalur konvensional.

Dari demonstrasi damai, pawai solidaritas, hingga aksi duduk dan kampanye akar rumput, politik jalanan menjadi medium ampuh untuk menyalurkan aspirasi, menuntut keadilan, menolak kebijakan, atau sekadar menarik perhatian publik dan penguasa. Ia adalah termometer sosial yang merefleksikan kegelisahan, harapan, dan kekuatan kolektif masyarakat.

Meski seringkali dianggap disruptif, politik jalanan adalah elemen vital dalam demokrasi yang sehat. Ia mengingatkan kita bahwa kekuasaan sejati tidak hanya bersemayam di puncak piramida, melainkan juga bersemi di setiap jengkal aspal yang diinjak oleh suara-suara yang ingin didengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *