Peran Masyarakat dalam Mendukung Pemberantasan Premanisme

Ketika Masyarakat Bersatu: Mengakhiri Cengkeraman Premanisme

Premanisme, dengan segala bentuk intimidasi, pemerasan, dan kekerasan yang menyertainya, adalah benalu yang meresahkan ketentraman masyarakat dan menghambat roda perekonomian. Keberadaan mereka bukan hanya ancaman fisik, melainkan juga merusak mentalitas kolektif dengan menumbuhkan rasa takut dan ketidakberdayaan. Namun, pemberantasan premanisme tidak bisa semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Kekuatan sejati untuk mengusir bayang-bayang ini terletak pada partisipasi aktif dan keberanian masyarakat itu sendiri.

Masyarakat adalah mata dan telinga yang paling dekat dengan lingkungan mereka. Peran krusial dimulai dari hal paling mendasar: keberanian untuk melapor. Premanisme hidup dari ketakutan dan kebungkaman korbannya. Dengan melaporkan setiap tindakan premanisme, baik pungutan liar, intimidasi, maupun kekerasan, masyarakat memberikan informasi vital bagi aparat untuk bertindak. Penting bagi aparat untuk menjamin kerahasiaan pelapor guna menumbuhkan kepercayaan.

Selain melapor, masyarakat perlu membangun benteng solidaritas dan lingkungan anti-preman. Ini berarti tidak memberi ruang sedikit pun bagi praktik premanisme. Menolak untuk memenuhi tuntutan ilegal, aktif dalam sistem keamanan lingkungan (Siskamling), serta mengedukasi anggota keluarga dan tetangga tentang bahaya premanisme adalah langkah konkret. Ketika sebuah komunitas menunjukkan kekompakan dan menolak intimidasi secara kolektif, para preman akan kehilangan lahan untuk beroperasi.

Terakhir, peran masyarakat juga mencakup pencegahan dan rehabilitasi sosial. Dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan diri, pendidikan, dan peluang ekonomi, kita secara tidak langsung mengurangi faktor-faktor pendorong seseorang terjun ke dunia premanisme. Mendukung program-program pemerintah untuk pembinaan mantan preman juga bagian dari upaya kolektif ini.

Singkatnya, pemberantasan premanisme adalah tugas bersama. Dengan berani melapor, membangun solidaritas, dan menciptakan lingkungan yang tidak toleran terhadap kekerasan, masyarakat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari cengkeraman premanisme. Bersama, kita mampu mengakhiri teror ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *