Akar Busuk Kekuasaan: Menelanjangi Mafia Politik
Istilah ‘mafia politik’ merujuk pada jaringan gelap yang melibatkan oknum-oknum di lingkar kekuasaan – politisi, birokrat, hingga pengusaha – yang secara sistematis menyalahgunakan wewenang dan jabatan. Tujuannya jelas: memanipulasi sistem demi kepentingan pribadi atau kelompok, jauh dari semangat pelayanan publik.
Modus operandi mereka beragam, mulai dari transaksi suap di balik layar, praktik kolusi dalam pengadaan barang dan jasa, hingga nepotisme dalam penempatan jabatan strategis. Mereka juga bisa memanipulasi regulasi atau kebijakan publik demi keuntungan kelompok tertentu, bahkan mendanai kampanye politik secara ilegal untuk memastikan kelanggengan kekuasaan mereka.
Dampak keberadaan mafia politik sangat merusak tatanan bernegara. Demokrasi terkikis karena suara rakyat dibajak dan proses kebijakan dikendalikan. Kepercayaan publik terhadap institusi negara menurun drastis, menghambat partisipasi dan kontrol sosial. Pembangunan terhambat karena sumber daya dialihkan untuk kepentingan pribadi, dan ketidakadilan merajalela akibat hukum yang tumpul ke atas namun tajam ke bawah.
Melawan mafia politik membutuhkan komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, penegakan hukum yang tanpa pandang bulu, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan adalah kunci untuk membongkar dan memutus akar busuk kekuasaan ini. Hanya dengan begitu, cita-cita negara yang bersih dan berkeadilan dapat terwujud.











