Nakhoda Ekonomi Digital: Kebijaksanaan Penguasa Merajut Masa Depan
Di era yang serba terkoneksi ini, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, potensi raksasa ini hanya bisa terealisasi penuh melalui tangan dingin dan visi jauh ke depan dari seorang penguasa. Kebijaksanaan penguasa menjadi kunci utama dalam merajut jaring-jaring digital yang kokoh dan inklusif.
Seorang penguasa bijak melihat digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan fondasi masa depan. Ia akan membangun infrastruktur digital yang merata, memastikan akses internet bukan lagi kemewahan, tetapi hak dasar bagi setiap warga dan pelaku usaha. Lebih dari itu, ia menciptakan ekosistem yang kondusif: regulasi yang adaptif terhadap inovasi baru, insentif fiskal bagi startup dan UMKM yang bertransformasi digital, serta perlindungan data yang kuat untuk menumbuhkan kepercayaan publik.
Kebijaksanaan juga berarti inklusivitas. Penguasa harus memastikan bahwa manfaat digitalisasi tidak hanya dinikmati segelintir elite, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Ini berarti mendorong literasi digital di berbagai tingkatan, melatih UMKM untuk "go digital" dan menjangkau pasar yang lebih luas, serta mempersiapkan sumber daya manusia dengan keterampilan yang relevan di masa depan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Investasi pada talenta digital adalah investasi pada ketahanan ekonomi bangsa.
Singkatnya, kebijaksanaan penguasa dalam digitalisasi ekonomi adalah perpaduan antara visi strategis, investasi infrastruktur, regulasi adaptif, dan komitmen kuat terhadap inklusivitas serta pengembangan sumber daya manusia. Dengan kepemimpinan yang demikian, ekonomi digital tidak hanya akan tumbuh pesat, tetapi juga berkelanjutan, adil, dan mampu menjawab tantangan zaman.