Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Warga Kudus Tanam 1.000 Pohon di Pegunungan Muria

Ilustrasi: Foto Istimewa/ Kompas.com

Komunitas Laskar Lereng Muria Kudus, Jawa Tengah, menanam 1.000 bibit tanaman di lereng pegunungan Muria.

KUDUS, KABARE.ID - Komunitas masyarakat peduli lingkungan yang tergabung dalam Laskar Lereng Muria Kudus, Jawa Tengah, menanam 1.000 bibit tanaman produktif di lereng pegunungan Muria untuk penghijauan sebagai salah satu upaya mitigasi dan pencegahan bencana alam.

"Dari 1.000 bibit tanaman yang hendak ditanam, meliputi avokado, durian, mangga, kelengkeng, dan jeruk," kata Ketua Laskar Lereng Muria Kudus Agus Riawan usai beraudiensi dengan Bupati Kudus Hartopo di Pendopo Peringgitan di Kudus, Kamis (4/11/2021).

Ia mengungkapkan dari seribuan bibit pohon produktif tersebut, yang akan ditanam secara simbolis bersama sejumlah pihak terkait pada 25 November 2021 sebanyak 100 bibit di lahan milik Pemerintah Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus. Selebihnya akan diberikan kepada masyarakat luas untuk ditanam di lahan pekarangannya masing-masing.

Penanaman seribu pohon tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Pemali Jratun yang menyediakan bibit pohonnya serta bekerjasama dengan PR Sukun.

Pada tahun depan, kata dia, dilanjutkan dengan penghijauan di kawasan Pegunungan Patiayam karena diketahui sebagian besar wilayah tersebut tampak gundul, sehingga perlu penghijauan untuk mencegah terjadinya banjir maupun erosi.

Sementara itu, Bupati Kudus Hartopo mengapresiasi langkah Laskar Lereng Muria yang ikut menghijaukan lereng Pegunungan Muria.

"Hal terpenting, jangan sekadar menanam tetapi harus ada upaya perawatan agar benar-benar tumbuh. Seperti halnya pecinta lingkungan yang ulet merawat pohon yang ditanam," ujarnya.

Berbagai pohon yang bermanfaat untuk menyerap air dan mencegah longsor tersebut, kata dia, harus terus dipantau pertumbuhannya. Karena selama ini pohon-pohon buah yang telah ditanam umurnya tak sampai sebulan karena dicabuti oleh masyarakat sekitar yang biasa bertani di sana.

Jika memungkinkan, dia meminta, disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat terkait rencana penanaman pohon. Dengan harapan agar masyarakat paham dan tidak mencabuti bibit pohon tersebut. (*)

 

Sumber: ANTARA

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post