Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Wagub Lampung Apresiasi Gerakan Pentahelix Donasi 5 Juta Masker dari GP Andor, Aice dan KSP

Foto: dok. Aice Group

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim mengapresiasi peluncuran Distribusi 5 Juta Masker Medis dari Gerakan Pentahelix yang diinisiasi oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Aice Group dan Kantor Staf Presiden (KSP).

LAMPUNG - KABARE.ID: Wakil Gubernur Provinsi Lampung Chusnunia Chalim mengatakan bahwa meskipun saat ini vaksinasi tahap satu telah rampung dan segera masuk tahap dua, Pemerintah Provinsi Lampung akan tetap meminta warganya disiplin menggunakan masker dan menjalankan disiplin protokol kesehatan yang ketat.

Wakil Gubernur menyampaikan pernyataannya saat peluncuran Distribusi 5 Juta Masker Medis dari Gerakan Pentahelix yang diinisiasi oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Aice Group dan Kantor Staf Presiden (KSP) di Pendopo Kediaman Wakil Gubernur, Bandar Lampung pada Jumat (5/2/2021) pagi.

Vaksinasi tahap kedua yang akan kembali dijalankan di Lampung, akan dibarengi dengan upaya Pemerintah Daerah menjaga kedisiplinan dalam menekan penularan covid-19 lewat Protokol Kesehatan yang baik dalam aktfitas warga.

“Vaksinasi tahap satu yang sukses perlu disyukuri. Vaksinasi memang diperlukan sekali untuk memutus rantai penularan. Tapi vaksin bukanlah hal mutlak satu-satunya dalam menghindari penularan. Masker medis yang didistribusikan GP Ansor dan Aice Group kami apresiasi. Langkah ini sangat membantu edukasi ke warga yang rentan tertular covid-19,” kata wanita yang kerap disapa Nunik ini.

Menurutnya, masker medis ini menjadi komplemen yang penting bagi proses vaksinasi yang berjalan. Ia berharap distribusi masker medis berkualitas ini akan memperkuat upaya kolektif koalisi stakeholder yang pas dalam menjagai masyarakat di wilayahnya. 

“Edukasi soal masker serta 3M memerlukan partisipasi semua elemen pentahelix ini. Pemprov Lampung mengapresiasi gerakan masker medis ini. Mudah-mudahan kerjasama ini akan makin mengurangi wilayah kita yang masih merah dan oranye dan pemetaan pandemi,” kata Nunik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim menjelaskan bahwa Bandar Lampung menjadi kota ke-18 yang disinggahi oleh GP Ansor, KSP dan Aice Group. Terdapat 150 ribu lembar masker medis yang didistribusikan oleh kegiatan kemanusiaan ini.

“Gerakan 5 Juta Masker melibatkan unsur pemerintahan, akademisi, swasta, dan kalangan jurnalis. Mudah-mudahan kerja sama seluruh anak bangsa ini akan menjadikan 2021 menjadi tahun terakhir pandemi Indonesia. Amin,” kata Hidir.

Sementara itu, Brand Manager Aice Group Sylvana menjelaskan bahwa jejaring warung yang menjual es krim Aice juga ikut berpartisipasi dalam gerakan “Masker Medis untuk Indonesia Maju” ini. 

Sekitar 250 ribu warung dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pemasar Aice di seluruh Indonesia ikut membagikan masker medis bernama SHIELD-Aice ini. Aice Group juga membagikan 15 juta masker medis lainnya lewat ratusan ribu UMKM tersebut.

“Koalisi pentahelix beberapa stakeholders penting ini adalah kunci Indonesia melawan pandemi. Aice juga menjadikan kesehatan masyarakat sebagai bagian proses bisnis kami. Lewat partisipasi lebih dari 250 ribu warung kami yang hadir di masyarakat, kami ingin Indonesia makin kuat dalam melawan covid-19,” jelas Sylvana.

Senada dengannya, GP Ansor juga meyakini kerjasama lintas kelompok masyarakat dalam membagikan dan mengedukasi soal pentingnya pemakaian masker medis berkualitas dalam aktifitas sosial sebagai kunci perbaikan.

Hidir menjelaskan bahwa GP Ansor Lampung akan memfokuskan 150 ribu masker medis ini untuk memperkuat pertahanan diri beberapa kalangan masyarakat yang paling rentan tertular virus. Profesi penggali kubur, petugas sampah, Pedagang Kaki Lima, Ojek Online, santri, guru, dan kyai menjadi beberapa kalangan yang termasuk rentan tertular.

“Gerakan ini menjadi ijtihad dan ikhtiar GP Ansor bersama rakyat dalam melawan pandemi. Insya Allah dengan semangat kekeluargaan dan kerja bersama konkrit ini, kita bisa mawas diri dan saling memperkuat satu sama lain. Insya Allah bangsa ini akan makin kuat dan rekat dalam menjalani cobaan covid-19 ini,” harap Hidir.

Masker yang didistribusikan dalam kampanye bernama SHIELD ini sendiri dinyatakan Aice sebagai masker medis yang berspesidikasi tinggi. Masker medis ini memiliki bahan berkualitas tinggi dan diproduksi sendiri oleh Aice Group. Pihak Aice juga menjelaskan bahwa SHIELD sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Sejak awal pandemi, Aice memproduksi sendiri masker SHIELD di pabriknya di Mojokerto. Dan Aice menjelaskan bahwa seluruh masker medis Aice hanya akan dibagikan untuk kepentingan kemanusiaan atau non komersial. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post