Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Tritura 10 Januari, Hari Lahirnya Orde Baru

Foto: Istimewa

57 tahun lalu, sejumlah mahasiwa dan rakyat Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintahan Presiden Soekarno untuk menggabulkan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura). Salah satu tuntutan itu adalah membubarkan PKI.

JAKARTA, KABARE.ID - 57 tahun lalu, tepatnya pada 10 Januari 1965, sejumlah mahasiwa dan rakyat Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintahan Presiden Soekarno untuk menggabulkan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).

Ketiga tuntutan itu adalah: 1. Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), 2. Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur yang terlibat G30S (reshuffle Kabinet Dwikora), dan 3. Penurunan harga (perbaikan ekonomi rakyat). Unjuk rasa ini kemudian menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat Indonesia.  Bahkan Hari Tritura ini juga disebut sebagai hari lahirnya Orde Baru.

Mengutip situs Universitas Malahayati, di tahun 1966 masyarakat Indonesia mengalami kesulitan, baik dari segi ekonomi maupun politik. Harga barang naik sangat tinggi, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM). Oleh karena itu, pada 10 - 13 Januari, sejumlah mahasiswa dan rakyat Indonesia mendatangi gedung DPR-GR untuk melakukan aksi demonstrasi. Para demonstran menuntut pemerintah untuk menuruti Tritura.

Satu bulan kemudian, Presiden Soekarno mengumumkan reshuffle kabinet secara resmi tanggal 21 Februari 1966. Namun orang-orang yang duduk di kabinet baru tidak sesuai yang dikehendaki oleh para pengunjukrasa. Sukarno masih melibatkan orang-orang beraroma kiri. Tiga hari kemudian, atau 24 Februari 1966, para mahasiswa memboikot pelantikan menteri-menteri baru. Mereka kembali berdemonstrasi hingga akhirnya terjadi insiden yang menyebabkan seorang mahasiswa bernama Arif Rahman Hakim menjadi korban.

Karena Tritura dianggap kurang mendapat tanggapan dari Presiden Soekarno, demonstrasi-demonstrasi makin gencar dilakukan dan berakhir dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Surat tersebut menandai dibubarkannya PKI, mundurnya Soekarno dari jabatannya sebagai Presiden, serta Suharto yang diminta untuk mengambil tindakan untuk memulihkan keadaan. (*)

 

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post