Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Smartfren Community Lebak Menggalang Kreativitas Kreator Lokal

Foto: Istimewa

Kendala pegiat kreativitas bidang digital di Lebak adalah terkait jaringan provider. Wakil Ketua Lebak Ekonomi Kreatif berharap Smartfren bisa menjadi solusi agar pegiat kreativitas bidang digital di Lebak bisa berkreativitas.

LEBAK, KABARE.ID – Smartfren Community Lebak berusaha menghidupkan kembali geliat kreativitas anak muda, khususnya di bidang digital.

Terbaru, Smartfren Community Lebak menggelar kegiatan Halal Bi Halal di RM. Bahagia Cafe and Resto, Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak. Kamis (19/5/2022).

Agung Herdiansyah selaku Leader Smartfren Community Lebak kepada awak media mengatakan, acara ini semakin membuktikan bahwa Smartfren konsisten dalam peningkatan kreativitas di daerah-daerah. Smartfren Community ini adalah komunitas pengguna Smartfren yang telah hadir di 105 kota/kabupaten dan memberi banyak benefit.

"Tidak hanya bisa melakukan komplain terkait kendala sinyal, Smartfren Community juga aktif menggelar event online dan offline yang memberi banyak ilmu bermanfaat seperti peningkatan skill di bidang content creator, public speaking, pendidikan dan hal kreatif lainnya," ujarnya.

Agung mengatakan, Lebak merupakan regional ke-70 Smartfren  Community yang dilaunching secara daring pada 11 Oktober 2020 lalu.

“Sebenarnya Smartfren Community ini tidak hanya fokus pada anak muda, tetapi kaum perempuan dan pelaku UMKM pun menjadi sasaran kami dalam peningkatan digitalisasi,” ungkapnya.

Smartfren juga membagikan kartu perdana secara gratis kepada seluruh peserta dan memberikan challenge kepada peserta untuk membuat video pendek mengenai kegiatan tersebut.

“Untuk membuktikan kreativitas peserta di bidang digital, kami memberikan tantangan membuat video,” jelas Dani Miftahul Akhyar selaku Head of Community Development & CSR PT. Smartfren Telecom, Tbk.

Dani mengatakan, pihaknya memiliki beberapa program yang bisa diterapkan di Lebak. Mulai dari Teman Kreasi yang menyasar pelaku UMKM, Teman Pintar untuk para pelajar meningkatkan skill, dan Bunda Pintar yang dikhususkan bagi para perempuan dan ibu-ibu menggali kreativitasnya.

"Jadi tidak hanya UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan pelajar. Ibu-ibu termasuk remaja putri pun kami libatkan. Mengapa perempuan? Karena itu merupakan amanat reformasi," jelas Dani.

Dalam kesempatan yang sama, Hadi Muntoha, Wakil Ketua Lebak Ekonomi Kreatif (Leekraf) selaku pembicara dalam kegiatan diskusi mengungkapkan, bahwa kendala pegiat kreativitas bidang digital di Lebak adalah terkait jaringan provider.

“Di Lebak ini apalagi di desa-desa, kreativitas anak muda di bidang digital suka terkendala dengan sinyal,” ungkap Hadi.

Hadi berharap Smartfren bisa menjadi provider terdepan dalam perbaikan jaringan agar bisa diakses oleh masyarakat desa.

“Saya berharap Smartfren bisa terus mengembangkan jaringan sampai ke pelosok desa di Lebak,” tuturnya.

Didik Jatmiko selaku Leader Smartfren Community Nasional turut hadir memberi sambutan secara virtual. Dalam sambutanya, ia berharap agar Smartfren Community Lebak tetap solid dan kreatif menggelar kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)

baskoro dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post