Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Siswa MAN 1 Medan Raih Emas International Science and Invention Fair 2022

Foto: Istimewa

Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan meraih medali emas International Science and Invention Fair (ISIF) 2022.

Bali, KABARE.ID - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan meraih medali emas International Science and Invention Fair (ISIF) 2022. Ajang ini diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali, pada 1 - 4 November 2022.

Even ini diikuti 112 peserta dari 32 negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Korea, Kazakhstan, India, hingga Turki.

Siswa MAN 1 Medan menampilkan karya inovasi bertajuk “Smart Weather Prediction (Alat Bantu Prediksi Cuaca).” Inovasi ini diuji dan dipresentasikan di hadapan dewan juri dan seluruh partisipan. Selain medali emas, Siswa MAN 1 Medan juga memperoleh Special Award berupa Semi Grandprize dari Iran.

Kepala MAN 1 Medan Reza Faisal menjelaskan bahwa untuk mengikuti ajang ini, siswanya melakukan persiapan selama tiga bulan. Ada lima siswa yang terlibat dalam membuat karya inovasi ini, yaitu: Ahmad Surya Anshari, Nabila Rizki Matondang, Aisyah Noor Hakim, Nabila Putri Ammar Hasibuan dan Siti Viola Mayandrie.

"Kami sangat bersyukur dengan prestasi yang membanggakan ini, dan ini tentunya tidak lepas dari kerja keras anak-anak, bimbingan juga dukungan semua pihak, serta doa guru dan orang tua," tutur Reza.

Panitia pelaksana yang juga Wakil Rektor III Undiksha I Wayan Suastra menjelaskan, ISIF adalah kompetisi berlevel internasional yang dibalut dengan pameran. Para peserta melakukan presentasi di stan masing-masing. Undiksha menyiapkan 120 stan untuk pameran peserta ISIF.

"Ada 607 tim yang mengikuti ISIF secara daring dan luring. Dari jumlah tersebut, ada 112 tim yang datang secara luring dengan berisikan tiga hingga lima orang. Peserta berasal dari 32 negara yang mendaftar," ujar Suastra.

Pada ajang internasional ini, seluruh peserta wajib melakukan presentasi atas karya inovasi yang mereka rancang dalam Bahasa Inggris.

“Setiap peserta diberikan waktu presentasi sebanyak 15 menit, meliputi tujug menit presentasi dan delapan menit sesi tanya jawab,” ungkap Ahmad Zaki Mubarak selaku pelatih dan pembimbing riset.

"Siswa wajib meningkatkan skill berbicara dalam Bahasa Inggris. Presentasi yang baik dalam Bahasa Inggris mutlak harus dikuasai untuk menjelaskan kepada juri yang berasal dari India dan peserta lainnya dari berbagai negara,” jelas Zaki. (*)

baskoro dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post