Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

SIPLah, Aplikasi Belanja Online Kebutuhan Sekolah

Foto: Istimewa/ Kemdikbud RI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan sebuah sistem elektronik yang diharapkan dapat mempermudah proses pengadaan barang/jasa satuan pendidikan di sekolah, yaitu Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah.

KABARE.ID: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengembangkan sebuah sistem elektronik yang diharapkan dapat mempermudah proses pengadaan barang/jasa satuan pendidikan di sekolah, yaitu Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah). 

Dengan menggunakan SIPLah, Satuan Pendidikan dapat melaksanakan proses Penyedia Barang dan Jasa (PBJ) secara efektif, efisien, transparan, akuntabel sehingga memperoleh barang/jasa yang tepat dari setiap dana yang dibelanjakan oleh Satuan Pendidikan.

SIPLah juga menjadi wadah dan layanan bagi penyedia, dalam hal ini adalah pelaku usaha berupa usaha individu/toko, badan usaha (CV/PT) dan juga UMKM (Usaha Mikro,Kecil dan Menengah) untuk menjalankan usahanya dengan menyediakan dan memenuhi kebutuhan barang dan jasa satuan pendidikan.

Jumeri, S.TP., M.Si, selaku Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemendikbud mengajak kepada para Kepala Sekolah dan satuan-satuan pendidikan agar memanfaatkan aplikasi SIPLah untuk bisa meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan penyederhanaan pengelolaan keuangan sekolah.

“Dengan semakin sederhana, semakin transparan, semakin akuntabelnya pengelolaan keuangan, kepala sekolah dapat tidur nyenyak sehingga bisa mengoptimalkan perannya pada tugas pokoknya yaitu mengendalikan pembelajaran, membimbing guru-guru untuk mengajar lebih baik”, ujar Jumer dalam keterangan resmi, belum lama ini. 

Dalam kesempatan yang sama, Siti Aminah, Kepala Sekolah SDN Wijaya Kusuma 02 Jakbar Pagi, menyampaikan testimoninya sebagai pengguna aplikasi SIPLah. Menurutnya pengadaan barang atau jasa melalui aplikasi SIPLah sudah sangat memudahkan sekolah dalam pembelanjaan secara daring. Siti juga menambahkan saran agar terjadi integrasi antara aplikasi SIPLah dengan aplikasi inovasi yang ada di daerah-daerah. 

“Karena di berbagai daerah memiliki sistem aplikasi pembelanjaan yang berbeda-beda, untuk itu penting agar SIPLah dapat berintegrasi dengan sistem aplikasi yang ada di daerah”, demikian saran Siti. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post