Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Rumah Tradisional Aceh Selalu Menghadap Kiblat

Romoh Aceh. Foto: (Kemenparekraf RI/ Pesona.travel)

Aceh kental dengan unsur Islamnya. Salah satunya dapat kita lihat dari rumah adatnya yang selalu menghadap ke Kiblat.

JAKARTA – KABARE.ID: Rumah adat Aceh atau yang biasa disebut rumoh Aceh, biasanya memiliki tiga sampai lima ruangan, yaitu seuramoe keue (serambi depan), seuramoe teungoh (serambi tengah), dan seuramoe likot (serambi belakang), serta bagian tambahan berupa dapur.

Rumoh Aceh kaya akan nilai filosofis dan estetis. Hal tersebut terlihat dari berbagai ornamen yang menghiasinya. Secara kasat mata, ornamen pada Rumoh Aceh mungkin akan terlihat sama. Tapi jika ditelisik, ornamen pada satu Rumoh Aceh akan berbeda dengan ornamen pada Rumoh Aceh lainnya. Perbedaan tersebut konon menjelaskan asal daerah Rumoh Aceh.

Sementara, untuk bagian pancang yang menyanggah rumah, biasanya terdiri dari 16-24 batang kayu. Yup Meh atau bagian bawah rumah biasa dipergunakan untuk memelihara ternak. Selain itu, bagian ini juga difungsikan para ibu sebagai tempat untuk membuat songket. Di masa lalu, penyangga pada rumoh Aceh berfungsi agar binatang buas tidak dapat masuk ke dalam rumah.

Nilai-nilai Islam yang begitu melekat pada masyarakat Aceh juga memberikan pengaruh besar pada bentuk dan tata letak Rumoh Aceh. Rumoh Aceh selalu dibangun menghadap ke Timur dan sisi belakangnya menghadap ke Barat. Hal ini dikarenakan agar rumah selalu menghadap ke arah kiblat (Mekkah), sebagai simbol orang yang menetap di rumah tersebut selalu menjalankan perintah agama.

Sayangnya, saat ini Rumoh Aceh semakin jarang ditemukan. Masyarakat Aceh lebih memilih membuat rumah dengan bahan dan desain yang lebih modern. Tetapi, jika Anda ingin melihat bentuk asli Rumoh Aceh, dapat berkunjung ke Banda Aceh. Di kota ini, masih cukup banyak ditemukan Rumoh Aceh dalam bentuk aslinya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post