Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Rayakan Hari Kesehatan Mental Dunia, TikTok Ciptakan Ruang Digital yang Aman Bagi Komunitas

Foto: Istimewa

TikTok meluncurkan Survei Kesejahteraan Mental bersama YouGov dan menciptakan Pusat Kesehatan Digital sebagai sumber informasi dan edukasi tentang kesehatan mental untuk komunitas TikTok dan masyarakat Indonesia.

Jakarta, KABARE.ID - Kesehatan mental masih menjadi masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat luas, baik di tingkat global maupun nasional. Di Indonesia sendiri, kesehatan mental memiliki prevalensi yang signifikan namun, tingkat perhatian masyarakat terhadap isu kesehatan mental masih terbilang minim.

Untuk menciptakan ruang digital yang ramah sekaligus memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia, TikTok berkolaborasi bersama YouGov dalam melaksanakan survei global mengenai kesehatan mental agar dapat memahami aspirasi, tantangan, serta sikap masyarakat lintas generasi di Indonesia terhadap kesejahteraan mental. 

Atas dasar hasil survei ini, TikTok berinisiatif untuk meluncurkan Pusat Kesehatan Digital sebagai pusat informasi, edukasi, dan bantuan kesehatan mental yang dibalut dalam kampanye bertajuk #SeeingTheUnseen.

"Melalui Pusat Kesehatan Digital, TikTok ingin menyediakan para pengguna dengan wadah, sarana, dan sumber daya untuk mendukung terciptanya diskusi yang sehat mengenai kesehatan mental," ujar Faris Mufid, Public Policy and Government Relations, TikTok Indonesia, dalam diskusi virtual, Rabu (12/10/2022).

Survei kolaborasi antara TikTok dengan YouGov menggali topik seperti kenyamanan responden dalam berbicara tentang kesehatan mental serta bentuk dukungan yang diperlukan. Dari hasil temuan survei, diketahui bahwa lebih dari 70% responden di Indonesia mulai merasa nyaman untuk berbicara tentang kesehatan mental, di mana 57% memilih untuk bercerita ke keluarga, 52% ke tenaga profesional seperti psikolog, dan 40% ke teman dekat.

Meski demikian, 2 dari 4 responden masih khawatir akan potensi dampak negatif dari berbicara mengenai kondisi kesehatan mental mereka, baik dampak negatif seperti penolakan atau penghakiman dari keluarga dan teman dekat, maupun konsekuensi di tempat kerja.

Lebih lanjut, 1 dari 4 responden (28%) di Indonesia merasa terbantu apabila mereka dapat mengakses sumber daya dan sarana seputar kesehatan mental yang bersifat bebas biaya di platform media sosial yang mereka gunakan. Sebanyak 26% responden pun merasa lebih terinspirasi dan nyaman untuk berbicara mengenai masalah kesehatan mental jika ada pengguna lain yang juga berbagi pengalaman serupa di media sosial. 

Berangkat dari hasil temuan ini, TikTok meluncurkan Pusat Kesehatan Digital, sebuah portal yang berisi informasi dan sumber daya TikTok terkait kesehatan mental dan kesejahteraan digital. Di dalam Pusat Kesehatan Digital, pengguna dapat mengakses layanan bantuan, menikmati berbagai video interaktif, sekaligus tips atau inspirasi seputar topik kesehatan mental. 

Dikemas dengan kreatif dan mudah dimengerti untuk menjangkau masyarakat lebih luas, kampanye #SeeingTheUnseen juga dimeriahkan dengan peluncuran video tentang gelombang pikiran penyintas gangguan kesehatan mental yang diubah menjadi motif batik yang indah, in-app challenge, serta sejumlah kegiatan seru di Mahabarata Hall, Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah pada 16 Oktober. (*)

baskoro dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post