Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Presiden Tinjau Lokasi Terdampak Gempa Di Kabupaten Malang

(Foto: Humas Setkab/Oji)

Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan lokasi terdampak gempa bumi di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG – KABARE.ID: Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan lokasi terdampak gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Timur pada Sabtu (10/4), di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis.

"Saya berada di Desa Majangtengah, Kabupaten Malang untuk meninjau (dampak) gempa yang terjadi beberapa waktu lalu," kata Jokowi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (29/4).

Dalam kesempatan itu, Presiden hadir bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Basuki Hadimuljono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung

Kemudian, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Presiden mengharapkan proses rekonstruksi bangunan yang terdampak gempa bumi di wilayah Kabupaten Malang, bisa segera berjalan. Pihaknya akan menugaskan Kementerian PUPR untuk segera membenahi fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

"Kita harapkan, nanti bisa segera bisa dilaksanakan rekonstruksi. Untuk fasilitas umum, seperti yang ada di belakang saya ini, mushala, juga akan dikerjakan oleh Kementerian PUPR," kata Kepala Negara.

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Kabupaten Malang, pada Sabtu (10/4) 2021. Gempat tersebut terjadi kurang lebih pukul 14.00 WIB, dan menyebabkan kerusakan yang cukup besar di wilayah Kabupaten Malang.

Berdasarkan catatan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, dampak dari gempa bumi tersebut tersebar di 32 kecamatan, dari total 33 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

Sementara itu, sebanyak 641 fasilitas umum juga rusak, terdiri dari 226 sekolah, 233 rumah ibadah, 23 unit fasilitas kesehatan, dan 159 fasilitas umum lainnya. Untuk korban meninggal dunia, tercatat ada sebanyak empat orang, dan sebanyak 110 orang lainnya mengalami luka-luka. (*)

 

Sumber: ANTARA

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post