Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Presiden Jokowi Minta Universitas Berinovasi Hadapi Perubahan

Presiden Joko Widodo. (Foto: Setkab.go.id)

Presiden Jokowi meminta universitas untuk selalu berinovasi guna menghadapi perubahan dan kebutuhan pasar tenaga kerja supaya lulusan siap pakai.

JAKARTA - KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan tinggi atau universitas berinovasi dari segi program studi, kurikulum, karakter dosen, hingga penggunaan teknologi untuk menghadapi perubahan di pasar tenaga kerja Indonesia.

Hal ini perlu agar lulusan universitas sesuai kebutuhan industri yang sudah memasuki tahap revolusi jilid keempat.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-45 Universitas Sebelas Maret (UNS) secara virtual pada Jumat (12/3).

"Pasar tenaga kerja mengalami perubahan yang signifikan drastis, banyak jenis pekerjaan lama yang hilang, yang tidak dibutuhkan lagi," ucap Jokowi saat membuka pidatonya.

Tak cuma revolusi industri, kepala negara mengatakan perubahan kebutuhan di pasar tenaga kerja juga dipengaruhi oleh pandemi virus corona atau covid-19.

"Pandemi covid-19 telah mengajarkan kepada kita untuk mendobrak cara-cara lama, yang dulu dianggap tabu, sekarang justru menjadi cara hidup baru. Digitalisasi yang dulu sulit diperkenalkan, sekarang semua institusi, semua, harus melakukannya," katanya.

Berbagai tuntutan ini, katanya, harus pula dihadapi oleh universitas. Sebab, bila tidak, Indonesia bisa tertinggal dan kalah dalam berkompetisi dengan negara lain.

Maka dari itu, ia mengatakan berbagai institusi tidak boleh terjebak dengan rutinitas lama yang biasa-biasa saja. Menurutnya, harus ada cara-cara dan inovasi baru yang diterapkan, termasuk oleh universitas.

"Tentu saja hal ini membutuhkan perubahan program studi, dibutuhkan perubahan kurikulum, dan dibutuhkan perubahan karakter dosen. Revolusi industri jilid keempat telah berbuat banyak pada ilmu pengetahuan dan teknologi lama menjadi usang," tuturnya.

Begitu juga dengan teori manajemen, organisasi, dan model bisnis harus diubah mengikuti tren yang dibutuhkan pasar dan industri. Tak ketinggalan dengan riset ilmu pengetahuan dan teknologi agar tak kalah dari para perusahaan rintisan (start up).

"Bagi institusi yang sudah berusia 45 tahun, sering kali tidak mudah untuk memperkenalkan cara-cara baru, tidak mudah untuk melakukan disrupsi pada diri sendiri, padahal jika tidak berani mendisrupsi diri kita, akan didisrupsi oleh zaman yang berubah dengan cepat. Pengalaman panjang Universitas Sebelas Maret selama 45 tahun, saat ini sedang ditantang untuk berubah," ujarnya.

Tak hanya universitas, ia turut mengakui bahwa kementerian/lembaga pun harus berubah. Khususnya dalam penilaian kinerja dan cara penganggaran.

"Ukuran kinerja pun harus diubah, cara-cara penganggaran harus diubah, program kerja baru harus diperkenalkan," imbuhnya.

Tak ketinggalan, orang nomor wahid di Indonesia itu mengucapkan selamat ulang tahun ke-45 bagi Universitas Sebelas Maret. Ia berharap universitas tetap bisa memberikan kontribusi besar, menghasilkan lulusan yang mumpuni, yang kompeten, dan yang unggul untuk kepentingan kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

"Di hari ulang tahun ke-45 ini, saya yakin Universitas Sebelas Maret sedang mengukuhkan komitmen untuk melakukan perubahan besar, untuk mengembangkan impact yang sesuai dengan tuntutan zaman, untuk melahirkan lulusan yang dibutuhkan oleh masyarakat ke depan," pungkasnya. (uli/agt)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post