Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Prenagen dan Klikdokter Dukung BKKBN Turunkan Angka Kasus Stunting di Indonesia

Foto: Dokumentasi Prenagen

Prenagen, bersama Klikdokter dan BKKBN meluncurkan program “Smart Sharing: Program Kerja Sama Penurunan Angka Stunting di Indonesia".

JAKARTA - KABARE.ID: Kalbe Nutritionals melalui salah satu produknya Prenagen, bersama Klikdokter dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan program  “Smart Sharing: Program Kerja Sama Penurunan Angka Stunting di Indonesia".

Program ini akan melakukan serangkaian kegiatan edukasi online maupun offline yang menjangkau dan melibatkan bidan di seluruh Indonesia, serta melakukan pilot project studi observasional dan program intervensi gizi untuk pencegahan stunting di beberapa daerah di Indonesia.

Kondisi stunting atau gagal tumbuh pada anak sangat terkait dengan gizi penduduk yang buruk dalam periode cukup panjang. Tanpa penanganan serius akan semakin banyak penduduk yang dewasa dan menua dengan perkembangan kemampuan kognitif yang lambat, mudah sakit dan kurang produktif. 

Masa 1.000 hari pertama atau sekitar tiga tahun kehidupan sejak masih dalam kandungan, merupakan masa penting pembangunan ketahanan gizi. Lewat dari 1.000 hari, dampak buruk kekurangan gizi akan sulit diobati. Kekurangan gizi pada ibu hamil juga bisa memicu stunting. 

“Nutrisi mengambil peran penting yang perlu menjadi perhatian lebih bagi calon orang tua baik sejak masa perencanaan, kehamilan, hingga menyusui. Kami sebagai penyedia produk nutrisi untuk ibu hamil, sangat menaruh perhatian dan mendukung pemberian nutrisi terbaik pada 1.000 hari pertama kehidupan, terutama nutrisi makro dan mikro yang penting dikonsumsi,” ujar Sinteisa Sunarjo, Group Business Unit Head Woman Nutrition Kalbe Nutritionals  di acara peluncuran kerja sama tersebut di BKKBN Jakarta (04/05).

Penyebab tingginya angka stunting di Indonesia dikarenakan juga sebagian kelahiran bayi di Indonesia sudah dalam kondisi kekurangan nutrisi, lalu dibesarkan juga kurang zat gizi. 

Adapun faktor yang menyebabkan stunting, bisa berasal dari faktor eksternal seperti buruknya fasilitas sanitasi, minimnya akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan, serta faktor internal yaitu kekurangan gizi kronis yang bisa menyebabkan abortus, anemia pada bayi baru lahir, bayi dengan berat badan lahir rendah, cacat bawaan, hingga kematian. Kekurangan gizi kronis pada anak akan menimbulkan persoalan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di masa depan. 

Program “Smart Sharing” ini dimulai pada April 2021 dan bertujuan memberikan edukasi seluas-luasnya kepada masyarakat bagaimana mempersiapkan ketahanan kesehatan keluarga untuk mencegah stunting, menurunkan angka kematian ibu melahirkan, dan menurunkan angka kematian bayi. 

Secara garis besar, program ini akan menggelar 3 jenis kegiatan, yaitu edukasi secara online, edukasi secara offline, dan program intervensi gizi di 2 kabupaten/kota. Untuk kebutuhan ini, Klikdokter menggunakan sarana aplikasi KlikKB sebagai hub atau pusat komunikasi yang digunakan program ini.

Adapun KlikKB merupakan aplikasi terkait perencanaan kehamilan, hamil, tumbuh kembang anak, penggunaan kontrasepsi, dan konsultasi gratis dengan bidan-bidan secara online. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur untuk para bidan, ibu hamil, dan ibu dengan batita. Semua fitur yang ada disediakan guna mengontrol kondisi janin dan nutrisi anak untuk membantu meminimalisasikan risiko stunting.

Turut berbicara di penandatanganan kesepakatan, Bonny Mateus Anom, Direktur PT Medika Komunika Teknologi (Klikdokter) menjelaskan kesiapan dan dukungan terhadap program ini. 

“Edukasi yang akan diberikan antara lain mengenai pentingnya pengetahuan seputar masa persiapan, masa hamil dan masa menyusui, serta edukasi tentang nutrisi yang dibutuhkan untuk mencegah terjadinya stunting, kematian ibu melahirkan, dan kematian bayi," jelas Bonny.

Selain melalui aplikasi KlikKB, edukasi akan disampaikan melalui masing-masing media digital yang dimiliki Prenagen, BKKBN, dan Klikdokter, baik di website maupun media sosial, serta secara offline di klinik-klinik dan melalui bidan-bidan. 

Edukasi secara daring termasuk infografis dan video edukasi akan dilakukan secara berkala di aplikasi KlikKB, serta situs dan kanal media sosial yang dimiliki BKKBN, Prenagen, dan Klikdokter. 

Selanjutnya, kolaborasi ini juga akan menggelar rangkaian webinar untuk komunitas bidan dan masyarakat secara umum, serta sejumlah kegiatan Social Media Live untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap stunting. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post