Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Pemerintah Longgarkan Kebijakan Pemakaian Masker, Epidemiolog Sebut Terlalu Terburu-buru

Presiden Joko Widodo. (Setkab.go.id)

Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker setelah penanganan pandemi COVID-19 terkendali. Namun sejumlah epidemiologi menilai pemerintah terlalu terburu-buru dan bisa merugikan masyarakat.

JAKARTA, KABARE.ID - Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker setelah memperhatikan kondisi penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia yang semakin terkendali.

“Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker. Namun untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/05/2022).

Namun, Presiden meminta masyarakat kategori rentan maupun yang bergejala batuk dan pilek untuk tetap mengenakan masker saat beraktivitas.

“Bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia atau memiliki penyakit komorbid, maka saya tetap menyarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas. Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas,” ujarnya.

Selain pelonggaran pemakaian masker, pemerintah juga melonggarkan persyaratan perjalanan domestik dan luar negeri bagi masyarakat yang sudah divaksinasi COVID-19 dosis lengkap.

“Bagi pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap maka sudah tidak perlu lagi untuk melakukan tes swab PCR maupun antigen,” pungkasnya.

Epidemiolog Sayangkan Pelonggaran Penggunaan Masker

Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai pemerintah terlalu terburu-buru memutuskan pelonggaran aturan pemakaian masker di Indonesia. Dicky mengatakan kondisi di Indonesia belum cukup aman dari pandemi Covid-19 untuk melepas masker.

"Ini yang harus diingat, kita belum dalam kondisi yang cukup aman untuk betul-betul melakukan pelonggaran, dalam artian pembebasan masker ini," ujar Dicky melalui pesan suara kepada Kompas.com, Selasa (17/5/2022).

Dicky meminta pemerintah bersabar. Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 harus dikendalikan secara terukur. Dicky mengingatkan agar pengumuman pelonggaran pemakaian masker ini jangan sampai malah membuat masyarakat jadi abai.

"Jangan sampai membangun euforia atau percaya diri berlebihan yang akhirnya membuat kita abai dan yang merugikan kita sendiri," tuturnya. (*)

baskoro dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post