Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Pemerintah Izinkan Pelaksanaan Shalat Tarawih dan Idulfitri dengan Penerapan Protokol Kesehatan

Ilustrasi: Foto Istimewa

Pemerintah mengizinkan pelaksanaan Salat Tarawih dan Salat Idulfitri 1442 hijriah secara berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

JAKARTA - KABARE.ID: Pemerintah mengizinkan pelaksanaan Salat Tarawih dan Salat Idulfitri (Ied) 1442 hijriah secara berjemaah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Hal ini disampaikan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam keterangan persnya usai mengikuti Rapat Terbatas, Senin (05/04/2021) sore, di Kantor Presiden, Jakarta.

“Khusus mengenai kegiatan ibadah selama Ramadhan dan ibadah Idulfitri yaitu Shalat Tarawih dan Salat Idulfitri, pada dasarnya diperkenankan atau dibolehkan. Yang harus dipatuhi adalah protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan sangat ketat,” ujarnya.

Muhadjir meminta agar pelaksanaan ibadah shalat berjamaah tersebut juga harus dilakukan secara terbatas pada lingkup komunitas, yang artinya jemaah saling kenal satu sama lain.

“Jadi di lingkup komunitas di mana para jamaahnya memang sudah dikenali satu sama lain, sehingga jemaah dari luar mohon supaya tidak diizinkan,” tegasnya.

Menko PMK menambahkan, dalam melaksanakan shalat berjamaah agar diupayakan untuk dilakukan sesimpel mungkin dan tidak memakan waktu terlalu lama mengingat pandemi COVID-19 masih belum berlalu.

Selain itu, Muhadjir juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari terjadinya kerumunan, terutama pada pelaksanaan Shalat Idulfitri.

“Supaya menjaga untuk tidak terjadi kerumunan, konsentrasi orang terutama pada saat sedang akan datang menuju ke tempat shalat jamaah, baik itu di lapangan maupun di masjid maupun ketika saat bubar dari shalat jamaah supaya dihindari betul adanya kerumunan yang terlalu besar sehingga bisa semuanya berjalan dengan aman,” tandasnya. (DND/UN)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post