Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Pemerintah Akan Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Mulai Juli 2021

Foto: Istimewa

Pemerintah mengumumkan bahwa Pembelajaran Tatap Muka secara terbatas akan dilakukan pada tahun ajaran baru, bulan Juli 2021 mendatang.

JAKARTA – KABARE.ID: Pemerintah mengumumkan bahwa Pembelajaran Tatap Muka secara terbatas akan dilakukan pada tahun ajaran baru, bulan Juli 2021 mendatang. 

Keputusan ini diambil setelah Surat Keputusan Bersama empat menteri antara Mendikbud, Menag, Mendagri dan juga Menkes ditandatangani.

Meskipun begitu mekanisme ini harus dipastikan setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan divaksinasi COVID-19 secara lengkap.

Demikian ditegaskan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat pengumuman Keputusan Bersama Empat Menteri di Masa Pandemi Coronavirus Disease 20219 (COVID-19) secara daring di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Dengan keluarnya SKB ini, kata Mendikbud, maka pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah atau kantor Kementerian Agama mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Namun opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih tetap menjadi opsi untuk dilakukan, karena protokol kesehatannya itu maksimal kapasitas 50%.

“Jadi mau tidak mau, walaupun sudah selesai vaksinasi dan diwajibkan untuk memberikan tatap muka terbatas, tapi masih harus melalui rotasi, sehingga harus menyediakan dua opsi, tatap muka dan juga pembelajaran jarak jauh,” papar Mendikbud.

Disamping itu, kata Mendikbud yang terpenting adalah orang tua atau wali murid tetap boleh memilih bagi anaknya apakah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

“Orang tua boleh memilih apakah mereka nyaman mengirim anaknya ke sekolah apa tidak. Jadinya, keputusannya juga ada di orang tua," papar Mendikbud Nadiem.

Hal lain yang juga menjadi perhatian dalam mekanisme pembelajaran ini adalah tidak diperbolehkannya berinteraksi di kantin, lapangan atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya. 

Namun begitu kegiatan pembelajaran di luar lingkungan, contoh guru berkunjung diperbolehkan, tentunya dengan tetap menjaga kesehatan. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post