Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Nyadran, Tradisi Umat Muslim di Jawa Menjelang Datangnya Bulan Ramadhan

Foto: Gholib/ Pesona.travel

Sebagian besar masyarakat muslim di Jawa punya tradisi unik untuk menyambut bulan Ramadhan, namanya Nyadran.

JAKARTA – KABARE.ID: Secara garis besar, tradisi ini memiliki maksud untuk mendoakan para leluhur maupun keluarga yang sudah wafat sekaligus membersihkan makam sanak saudara mereka yang telah meninggal dunia.

Tradisi Nyadran biasanya dilaksanakan pada hari ke 10 bulan Rajab atau tanggal 15, 16 Sya’ban. Masyarakat yang melaksanakan tradisi ini akan melakukan ziarah kubur, melakukan doa dan pengajian bersama serta diakhiri dengan makan bersama yang dibawa oleh setiap warga saat mengikuti tradisi ini.

Upacara Nyadran awalnya merupakan tradisi Hindu dan Buddha yang ada di Jawa. Namun ketika penyebaran agama Islam di pulau Jawa sekitar abad 15, Walisongo menggunakan cara pendekatan budaya yang digabungkan dengan dakwah untuk penyebaran Islam.

Jika dalam upacara Nyadran umat Hindu dan Buddha menggunakan puji-pujian serta sesajen, Walisongo mengubahnya dengan menggunakan zikir, doa, dan pembacaan ayat Al-Qur’an. Akulturasi budaya seperti ini yang membuat penyebaran Islam lebih mudah dikenal dan diterima oleh masyarakat Jawa.

Tradisi Nyadran juga dimaksudkan sebagai salah satu bentuk silaturahmi antar keluarga, tetangga, dan masyarakat luas. Selain itu, menjadi sarana intropeksi diri terhadap apa yang telah dilakukan selama setahun kebelakang dan sebagai pengingat untuk bersyukur karena dapat dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post