Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Microsoft Dorong Organisasi Segera Lakukan Transformasi Digital

Perwakilan dari organisasi yang tengah menjalankan transformasi digital bersama Microsoft.

Studi ‘The Microsoft Asia Digital Transformation’ tunjukkan masa depan dan tantangan transformasi digital di Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Study yang digelar di XXI Lounge, Plaza Senanyan Jakarta, Selasa (28/2) ini juga membuktikan bahwa 90 persen pemimpin bisnis di Indonesia percaya dengan pentingnya peranan transformasi digital bagi kesuksesan organisasi.

Jakarta - Pemimpin bisnis di Indonesia menunjukkan urgensi untuk beradaptasi di Revolusi Industri ke-4 yang mengaburkan batasan antara dunia fisik, digital, dan biologis. Dalam studi bertajuk ‘The Microsoft Asia Digital Transformation: Enabling The Intelligent Enterprise sebanyak 90 persen pemimpin bisnis di Indonesia menyatakan perlu melakukan transformasi digital untuk mendorong pertumbuhan perusahaan. Sayangnya, hanya 27% yang telah memiliki strategi transformasi digital menyeluruh. Sebanyak 51% sisanya masih merencanakan proses transformasi digital dan sebanyak 22% belum memiliki strategi apapun.

Andreas Diantoro, President Director, Microsoft Indonesia menjelaskan bahwa organisasi yang tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan menjadi kurang kompetitif. Oleh sebab itu, Microsoft mendorong setiap organisasi untuk segera melakukan transformasi digital di era berbasis teknologi ini agar mampu beradaptasi dengan perubahan, baik perubahan internal maupun eksternal. Untuk memperjelas makna transformasi digital yang berbeda di setiap organisasi, Microsoft mendefinisikannya dengan menjabarkan empat pilar berikut, yakni memprioritaskan pelanggan, memberdayakan karyawan, mengoptimalkan kegiatan operasional dan transformasi produk dan model bisnis.

 “Menjawab pilar-pilar transformasi digital tersebut, ada lima teknologi yang mereka rasa mampu mendorong proses transformasi digital organisasi dalam 12-18 bulan ke depan. Lima teknologi tersebut antara lain Internet of Things (IoT), teknologi wearable, artificial intelligence, komputasi kuantum dan Virtual atau mixed reality,” terang Andreas.

Meskipun tidak diragukan lagi bahwa transformasi digital akan membawa manfaat yang signifikan bagi organisasi maupun karyawan, proses menuju transformasi digital di Indonesia masih cenderung lambat. Lima hambatan transformasi digital terbesar menurut para pemimpin bisnis, diurutkan mulai dari yang tertinggi mulai dari masalah keamanan dan serangan cyber, kurangnya tenaga kerja yang memiliki keahlian digital, tidak adanya mitra teknologi yang tepat, tidak pastinya lingkungan ekonomi dan kurangnya kebijakan pemerintah dan infrastruktur teknologi informasi serta komunikasi yang mendukung.

Andreas menyatakan di Indonesia sendiri sudah ada beberapa organisasi kenamaan yang tengah menjalankan proses transformasi digital bersama Microsoft. Organisasi tersebut meliputi Direktorat Jenderal Pajak (pemerintah), Kepolisian Resor Kediri (sektor publik), Garuda Indonesia (korporasi), dan KiOSTiX (online business). Masing-masing perwakilan dari organisasi tersebut juga turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Peter Sutiono, Public Sector Director, Microsoft Indonesia; Iwan Djuniardi, Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia; AKBP Akhmad Yusep Gunawan, Wakil Kepala Direktur Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya; Richard Tirtadji, IT Director, KiOSTiX; dan Denny Permana, Vice President Information Technology, Garuda Indonesia.

 

 

Della Yuanita

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post