Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Merasakan Kemewahan Berlayar dengan Phinisi di Labuan Bajo

Foto: Kemenparekraf RI

Saat ini di Labuan Bajo banyak operator kapal yang bersaing menawarkan fasilitas lebih di kapal phinisi.

KABARE.ID - Kapal phinisi merupakan kapal asli khas Indonesia, tepatnya berasal dari daerah Sulawesi. Saat ini di Labuan Bajo banyak operator kapal yang bersaing menawarkan fasilitas lebih di kapal phinisi. Kapal phinisi yang tersedia di Labuan Bajo hadir dengan berbagai pilihan. Hal yang membedakan satu dengan lainnya adalah fasilitas dan ukuran kapal.  Tentu saja, harganya akan bervariasi.

Nama yang digunakan untuk kapal-kapal ini biasanya berunsur feminin, seperti Helena, Levilia, Alexa, dan nama-nama wanita lain. Rupanya hal ini berdasarkan konvensi internasional, nama wanita atau netral sepakat digunakan untuk menyebut penjelajah samudera.

Berlayar dengan phinisi sangat cocok buat yang ingin menikmati liburan dengan santai dan tidak terburu-buru. Sebaliknya, jika waktu liburan sempit, kapal cepat adalah pilihan yang lebih tepat. 

Nah, phinisi cocok untuk kegiatan wisata dari satu pulau ke pulau lain dengan santai. Pulau-pulau ini terhampar di sepanjang Selat Sape yang memisahkan Bajo yang ada di Pulau Flores dengan Sumbawa. Rinca, Padar, dan Komodo adalah tiga pulau utama yang wajib untuk dikunjungi apabila sedang berwisata ke Labuan Bajo.

Tentu saja, tidak hanya berlayar mengitari satu pulau ke pulau lainnya, wisata air seperti snorkeling atau menyelam juga jadi menu liburan dengan phinisi tergantung fasilitas yang ditawarkan. Misalnya saja ada yang menawarkan berenang di antara ikan-ikan pari yang banyak berkumpul di Manta Point.

Sementara bagi yang tidak terlalu suka kegiatan air, bisa menikmati trekking di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo seperti di Pulau Padar atau Pulau Komodo. Bahkan, ada juga yang menawarkan dua-duanya lho.

Walau fasilitas yang ditawarkan berbeda-beda tergantung tingkat kemewahan kapal, pada umumnya kapal phinisi yang ditawarkan untuk wisata di Labuan Bajo sudah cukup nyaman. Biasanya awak kapalnya terdiri dari nahkoda, tour guide, tukang masak, dan beberapa ABK lainnya. Fasilitas minimalnya adalah kabin untuk tidur ber-AC, kamar mandi, dan makan di atas kapal.

Bayangkan makan malam di atas kapal sambil melihat kanan, kiri, depan, dan belakang laut biru nan jernih serta gugusan pulau cantik akan memanjakan mata. Bukan tidak mungkin, pemandangan kapal-kapal phinisi lainnya yang berhenti di tengah laut juga ikut menambah indah panorama. Jangan takut makanan bakal tumpah dari meja akibat goyangan ombak, karena nahkoda biasanya akan mencari laut yang tenang.

Phinisi di Laboan Bajo

Paling seru, umumnya terdapat dek atas untuk menikmati suasana laut. Tingkat paling atas pada kapal phinisi ini biasanya berupa dek kosong yang diisi dengan kursi malas dan sejumlah bean bag. Untuk para penghuni kapal yang gemar berjemur, tempat ini paling cocok untuk bersantai menghabiskan hari.

Bagi yang tak suka sinar matahari terlalu terik, tempat ini juga menjadi tempat favorit menikmati sunrise di pagi hari atau sunset di petang hari. Pada malam hari, asik juga buat bercengkrama sambil menikmati taburan bintang di langit atau kilau lampu dari kapal-kapal lain.

Pemandangan yang disuguhkan biasanya berupa laut dan pemandangan pulau-pulau berbukit di sekitar Labuan Bajo. Yang menarik, kepulauan di sekitar Labuan Bajo punya dua warna kontras yang sama-sama indah. Pada musim kemarau biasanya pulau-pulau dan bukit tersebut nampak menguning diterpa matahari yang panas, sedangkan pada bulan Mei-Juni, Labuan Bajo baru selesai musim hujan, sehingga pemandangan sekitar pulau akan menghijau. (*)

 

Sumber: Indonesia Travel/ Kemenparekraf RI

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post