Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Menyaksikan Eksotisme Pemandangan Alam di Kampung Budaya Compang To'e Melo

Foto: Indonesia.travel/ Kemenparekraf RI

Provinsi Nusa Tenggara Timur tak hanya tersohor dengan kawasan wisata Labuan Bajo dan Pulau Komodo saja. Tak jauh dari Labuan Bajo, kita dapat menyaksikan eksotisme pemandangan alam Indonesia timur melalui Kampung Budaya Compang To’e Melo.

KABARE.ID - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya tersohor dengan kawasan wisata Labuan Bajo dan Pulau Komodo saja. Tak jauh dari Labuan Bajo, kita dapat menyaksikan eksotisme pemandangan alam Indonesia timur melalui Kampung Budaya Compang To’e Melo.

Ketua Adat Kampung Budaya Compang To'e Melo, Yosef Ugis, menuturkan, desanya diresmikan menjadi desa wisata pada tahun 1993 oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, NTT. Desa Compang To'e Melo berasal dari kata Melo yang artinya pergi terlebih dahulu. Sementara To'e merupakan nama suku di Kampung Melo.

Kampung Budaya Compang To'e Melo berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat kota Labuan Bajo. Dengan kondisi jalan yang mulus, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam menggunakan mobil atau sepeda motor. Lokasinya pun tak jauh dari jalan utama Trans Flores.

Lalu, apa saja pengalaman wisata yang bisa kita rasakan di Kampung Budaya Compang To'e Melo. Berikut ulasannya.

1 | Menyaksikan Tarian Khas Manggarai

Kampung Budaya Compang To'e Melo menyiapkan upacara penyambutan bagi wisatawan yang berkunjung bersama dengan rombongan. Saat tiba di lokasi, para wisatawan akan disambut dengan tarian khas Manggarai, yakni Tari Caci. Tarian ini dibawakan oleh para pria asli Kampung Budaya Compang To'e Melo dengan menggunakan konstum tradisional.

Para penari menggunakan topi dan membawa pecut serta tameng. Gerakan pada Tari Caci mirip seperti tarian perang dengan para penari saling memberikan perlawanan, saling serang, dan saling cambuk. Tari Caci memiliki nilai filosofis, yakni sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan sebagai Sang Pencipta semesta.

Selain itu, para wisatawan juga akan disuguhkan sopi atau tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Menurut Yosef, perjamuan sofi atau tuak lokal ini merupakan bentuk penghormatan warga kepada para wisatawan yang datang berlibur ke desa mereka. Sebagai tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun, perjamuan tuak tetap dilanjutkan hingga hari ini.

"Tujuannya untuk menjalin keakraban dan sebagai bentuk penghormatan kami kepada tamu. Perjamuan sofi sebagai wujud bahwa kami menganggap saudara kepada tamu yang datang," tuturnya.

2 | Menikmati Wisata Alam Eksotis dari Atas Ketinggian

Terletak di Desa Liang-Ndara, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Budaya Compang To'e Melo menawarkan ragam atraksi yang begitu memesona. Dari ketinggian 624 meter di atas permukaan laut, kita bisa menikmati keindahan lanskap Pulau Flores.

Melihat pemandangan Manggarai Barat dari ketinggian merupakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi NTT diselimuti keindahan alam yang melimpah, mulai dari sawah hijau nan subur, langit biru cerah, hingga garis pantai, laut, dan jajaran pulau yang begitu menawan.

3 | Merasakan Sejuknya Udara Pegunungan

Wisata NTT identik dengan kawasan pantai, laut, dan pulau-pulau yang diwarnai dengan teriknya matahari serta panasnya suhu udara. Namun, Kampung Budaya Compang To’e Melo menawarkan pesona yang berbeda.

Di kampung ini kita bisa merasakan udara sejuk khas pegunungan tanpa harus berjalan mendaki hingga berkilo-kilo meter. Bahkan wisatawan diharapkan menyiapkan jaket, terutama jika berencana menginap, mengingat suhu udara di kampung ini berkisar antara 10 derajat hingga 20 derajat celcius. Jika ingin menginap, tersedia 2 homestay yang bisa kamu pilih sebagai tempat bermalam.

Udaranya yang sejuk di siang hari dan dingin pada malam hari membuat Kampung Budaya Compang To'e Melo cocok sebagai tempat menghabiskan sisa waktu liburan di NTT setelah puas berkeliling pantai dan pulau di kawasan Labuan Bajo.

4 | Menyaksikan Aktivitas Warga dan Belajar Budaya Setempat

Mengunjungi kampung budaya rasanya tak lengkap tanpa menyaksikan kegiatan warga dan mempelajari budaya setempat. Kamu bisa mendatangi rumah warga untuk melihat aktivitas sehari-hari masyarakat Kampung Budaya Compang To'e Melo. Di rumah warga, kamu juga bisa belajar budaya NTT. Tak usah khawatir, warga Kampung Budaya Compang To'e Melo sangat ramah pada wisatawan.

5 | Belanja Produk Ekraf

Mayoritas warga Kampung Budaya Compang To'e Melo memiliki mata pencaharian sebagai petani. Selain itu, warga kampung juga membuat berbagai kerajinan tangan, seperti tenun songket, keranjang, topi, compang (peci khas Manggarai), dan kesetan. Lalu ada pula produk makanan berupa kopi khas NTT dan gula aren yang dijual di Kampung Budaya Compang To'e Melo.

Kamu bisa berbelanja produk kerajinan tangan dan kuliner ini sebagai buah tangan untuk dibawa pulang. Tak perlu khawatir jika kamu tidak membawa uang tunai karena di sini sudah dilengkapi dengan metode pembayaran menggunakan QRIS.

Dengan membeli karya kreatif lokal sebagai oleh-oleh, kamu ikut membantu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Seperti yang diharapkan Mas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat berkunjung beberapa waktu lalu, wisatawan yang berlibur ke NTT tak sekadar memanjakan mata dengan keindahan alamnya, namun juga membawa buah tangan karya warga lokal.

Sebelum merencanakan perjalanan wisata ke Kampung Budaya Compang To'e Melo, pastikan kamu sudah vaksin dan terdaftar di aplikasi PeduliLindungi, ya! Jangan lupa untuk selalu patuhi protokol kesehatan agar aktivitas berwisata nanti tetap aman dan nyaman. (*)

 

Sumber: Indonesia.travel

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post