Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Manfaat Serat Pangan Inulin untuk Kesehatan Pencernaan Anak Saat Menjalankan Puasa

Ilustrasi: Foto dokumentasi Kalbe/ Morinaga

Orang tua untuk tidak perlu takut daya tahan tubuh anak menurun saat berpuasa, selama anak dipastikan mendapatkan asupan nutrisi yang memadai saat sahur dan berbuka puasa.

JAKARTA - KABARE.ID: Bulan April dan Mei ini, umat Islam di seluruh dunia memasuki bulan suci Ramadan 1442 H. Meskipun Ramadan tahun ini masih dilaksanakan di tengah kondisi pandemi COVID-19, kondisi ini tidak menyurutkan umat Islam di Indonesia untuk beribadah, sambil mengajak dan mengajarkan manfaat berpuasa pada anak-anak. Namun beberapa orang tua memiliki kekhawatiran akan menurunnya daya tahan tubuh anak selama berpuasa dan tidak mampu melawan kuman dan virus penyakit.

dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals meyakinkan orang tua untuk tidak perlu takut daya tahan tubuh anak menurun saat berpuasa, selama anak dipastikan mendapatkan asupan nutrisi yang memadai saat sahur dan berbuka puasa. 

“Kunci utama menjaga anak tetap bugar dan daya tahan tubuhnya tetap kuat adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Saat puasa di tengah pandemi COVID-19, orang tua bisa menerapkan pola makan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak saat sahur dan berbuka puasa,” papar dr. Muliaman, dalam siaran pers yang diterima Kabare, Senin (19/4).

Terkait daya tahan tubuh anak, riset menunjukkan bahwa orang tua saat ini memang sudah semakin menyadari efek positif nutrisi pada kesehatan dan daya tahan tubuh anak mereka, termasuk kesadaran akan pentingnya asupan nutrisi yang sehat. 

Survei daring Morinaga Chil*Go! di akhir Februari 2021 menunjukkan hampir 85% ibu di Indonesia menjadikan asupan nutrisi menjadi prioritas mereka selama pandemi COVID-19, dan bahkan lebih dari 86% mengaku sangat ketat memastikan asupan makanan bergizi seimbang untuk anak setiap hari. 

“Pada saat berpuasa atau belajar puasa, anak tetap membutuhkan nutrisi harian yang terdiri dari nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan nutrisi mikro (vitamin dan mineral) agar setiap proses biologis yang terjadi dalam tubuhnya dapat berjalan dengan optimal. Oleh karenanya, selain nutrisi di atas perlu juga dilengkapi dengan beberapa nutrisi yang diyakini bisa meningkatkan daya tahan tubuhnya, salah satunya adalah asupan probiotik dan prebiotik. Penting bagi orang tua memastikan agar anak mendapatkan semua zat gizi yang dibutuhkannya pada saat sahur dan berbuka puasa,” lanjut dr. Muliaman. 

Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan sedangkan prebiotik adalah sejenis serat yang menjadi sumber makanan bakteri baik termasuk probiotik agar bisa tumbuh, berkembang dan bekerja dengan efisien. 

Saat pemberian prebiotik, kadar bakteri dalam saluran pencernaan menjadi seimbang, sehingga nutrisi yang diperoleh tubuh dapat diserap dengan baik dan juga bisa merangsang sistem imunitas tubuh. Penyerapan nutrisi yang baik kemudian bisa membuat sistem kekebalan tubuh anak bekerja dengan optimal, meskipun anak sedang belajar berpuasa, baik setengah hari, maupun seharian penuh bagi anak yang sudah lebih besar.

Salah satu jenis prebiotik yang diakui secara ilmiah adalah serat pangan inulin. Secara alami, serat pangan inulin dapat ditemukan pada berbagai buah-buahan, sayuran, umbi-umbian seperti Chicory Root. 

“Efek menguntungkan serat pangan inulin terutama berperan di usus besar. Usus adalah organ terbesar untuk membantu sistem pertahanan tubuh. Manfaat inulin sebagai nutrisi yang esensial selain untuk kesehatan saluran cerna dan imunitas tubuh juga berdampak positif pada kesehatan di kemudian hari yaitu mengurangi risiko obesitas, penyakit radang usus, dan alergi,” jelas dr. Muliaman lebih jauh.

Prebiotik di dalam serat pangan inulin juga membantu penyerapan kalsium dan mendorong kepadatan tulang, serta mengatur rasa kenyang. Nutrisi inilah yang perlu ada dalam menu makanan anak sehari-hari, terutama saat anak belajar berpuasa atau sedang berpuasa.

Selain pada nutrisi anak, Morinaga Chil*Go! juga peduli akan peningkatan psikologis anak dengan memberikan stimulasi lewat kegiatan edutainment bagi anak-anak di Indonesia, yang berkolaborasi dengan Kampoeng Kidz. Kegiatan yang diberi nama Fun & Play ini sudah dilakukan sejak Agustus 2020 dan terus dilakukan setiap bulan hingga saat ini. Kegiatan terakhir dilakukan pada 9 April 2021 lalu melalui aplikasi Zoom secara gratis. Jadwal berikutnya bisa dicek di berbagai kanal media sosial @morinagaplatinum,

“Tentu stimulasi juga komponen penting tumbuh kembang anak. Dengan adanya stimulasi untuk bermain sambil belajar, kebutuhan psikologis supaya anak bisa tetap senang dan tidak bosan selama di rumah, apalagi orang tua bisa ikutan menemani buah hati mengikuti kegiatan ini, bisa terpenuhi. Hal ini tentu berpengaruh juga secara tidak langsung pada daya tahan tubuhnya,” ujar Daru Smaragiri, Business Unit Head Morinaga Chil*Go! KALBE Nutritionals. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post