Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

KLHK Edukasi Pengelolaan Sampah Lewat Film Pendek

Foto: tangkapan layar konfrensi pers daring. (Infopublik.id)

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan edukasi ke masyarakat mengenai pengelolaan sampah melalui media film pendek berjudul Bude Jo.

JAKARTA - KABARE.ID: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan edukasi ke masyarakat mengenai pengelolaan sampah melalui media film pendek berjudul Bude Jo.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (Dirjen PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, edukasi melalui film pendek merupakan terobosan untuk menimbulkan kepedulian masyarakat terhadap sampah yang masih sangat rendah.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap perilaku masyarakat, 72 persen tidak perduli terhadap sampah sehingga ini harus jadi perhatian kita semua. Ini tidak hanya bicara teknologi karena sudah ada, tapi juga perilaku kita semua,” ujar Dirjen PSLB3 dalam konfrensi pers daring pada Rabu (28/4/2021).

Menurut Dirjen PSLB3 memunculkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah merupakan hal yang sangat penting dan mendesak untuk dilakukan karena volume sampah rumah tangga yang dihasilkan semakin meningkat setiap tahun.

Selain itu, kata dia, jumlah sampah yang semakin menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA) akan berpotensi menimbulkan bahaya baru seperti kasus longsornya gunung sampah di TPA Leuwigajah, Kabupaten Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada 2005 lalu yang menelan 95 korban jiwa.

“Kalau tidak punya strategi maka akan luarbiasa persoalan sampah itu. Misalnya peristiwa TPA Leuwigajah yang longsor menyebabkan korban 95 jiwa itu,” imbuh dia.

Lebih lanjut Dirjen PSLB3 menjelaskan terobosan KLHK adalah melalui pendekatan ke masyarakat melalui materi edukasi yang dikemas menarik dan disesuaikan kondisi yang ada supaya menarik minat masyarakat untuk menonton.

“Kali ini edukasi melalui film pengelolaan sampah yang berjudul Bude Jo yang diperankan Siti fauziah. Film ini dikemas beberapa seri dengan durasi pendek paling lama 3 menit sehingga diharapkan masyarakat bisa tergugah,” tutur dia. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post