Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Kemendikbud Gelar Peringatan 350 Tahun Perjanjian Breda

Salah satu karya seni yang dipamerkan di Peringatan 350 Tahun Perjanjian Breda.

Perjanjian Breda merupakan kesepakatan antara Inggris dan Belanda terkait penyerahan Manhattan kepada Inggris, dan sebagai kompensasinya Inggris menyerahkan Pulau Run kepada Belanda pada 31 Juli 1667. Perjanjian ini pula yang mengakhiri perang Anglo-Belanda kedua.

JAKARTA-KABARE.CO: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melakukan kegiatan Pendukungan Peringatan 350 Tahun Perjanjian Breda yang digagas oleh Yayasan Warisan Budaya Banda Naira.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 September - 4 Oktober 2017 di Galeri Nasional Indonesia ini diisi rangkaian kegiatan, di antaranya: Pameran bertajuk ‘Banda Warisan untuk Indonesia’ dan seminar bertajuk ‘Banda Dulu, Kini dan Besok’.

Pameran Banda Warisan untuk Indonesia mengusung Sub Tema ‘Pala dan Perjanjian Breda 1667-2017’ yang diselenggarakan di Gedung C, Galeri Nasional Indonesia pada 20 September – 4 Oktober 2017.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pameran serupa yang diadakan sebelumnya di Erasmus Huis, Jakarta (31 Juli – 30 Agustus 2017) dan akan dilanjutkan di Banda mulai awal November 2017.  Pameran ini juga didukung oleh Kedutaan Besar Belanda melalui Erasmus Huis, Galeri Nasional Indonesia dan Balai Arkeologi Maluku.

Pameran ini menyoroti sejarah Banda sebagai penghasil rempah yang kaya dan bagaimana peran Banda sebagai pusat perhatian dalam perdagangan dan politik internasional. Pameran ini juga menghubungkan episode sejarah tersebut dengan Banda saat ini dan bagaimana Banda menjadi sumber inspirasi dalam karya seni kontemporer. Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda akan perannya sebagai penerus sebuah bangsa besar yang sejak dahulu telah memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan dunia. Dengan demikian diharapkan akan muncul kebanggaan akan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Beberapa seniman nasional dan internasional seperti Hanafi, Titarubi, I Made Wianta, dari Indonesia; Beatrice Glow dari New York; Isabelle Boon dari Belanda; dan Jez O’Hare dari Inggris; yang terinspirasi oleh Banda turut berpartisipasi menampilkan karya seni mereka dalam pameran ini. Tim kurator yang terlibat dalam pameran ini adalah Wim Manuhutu, Sadiah Boonstra, Wieske Sapardan, dan Siti Halimah.

Sementara seminar Banda Dulu, Kini dan Besok akan digelar di Ruang Seminar, Galeri Nasional Indonesia pada 3 Oktober 2017. Narasumber yang akan mengisi acar ini di antaranya, Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan; Mona Lohanda, Sejarahwan; Tanya Alwi, Pendiri Yayasan Warisan Budaya Banda; Titarubi, Seniman dan Bonnie Triyana, Sejarahwan. (*)

 

 

(Baca juga: Festival Senggigi Sunset Jazz Gunakan Panggung Ramah Lingkungan)

(Baca juga: JSSP Gelar Jogjatopia : Kota, Seni Patung, dan Sejarah Kawasan)

(Baca juga: Dua Film Indonesia Meriahkan Festival Film Internasional Toronto)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post