Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Insan Bumi Mandiri dan Rumah Amal Salman Salurkan Perahu Sekolah untuk Anak-Anak Pedalaman NTT

Foto: Insan Bumi Mandiri

Lembaga filantropi Insan Bumi Mandiri dan Rumah Amal Salman memberi bantuan satu unit perahu fiber sebagai moda transportasi bagi anak-anak SDN Lebantour, Nusa Tenggara Timur.

Bandung, KABARE.ID – Lembaga filantropi Insan Bumi Mandiri dan Rumah Amal Salman memberi bantuan satu unit perahu fiber sebagai moda transportasi bagi anak-anak SDN Lebantour, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sebelumnya tak memiliki akses transportasi untuk menuju sekolah mereka di seberang desa.

Penyerahan perahu untuk anak-anak SDN Lebantour dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2022 di Kampung Wailago, Desa Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT. Proses penyaluran juga turut dihadiri oleh perwakilan desa dan 28 murid SDN Lebantour.

“Dengan adanya bantuan perahu ini anak-anak SDN Lebantour bisa sampai lebih cepat ke sekolah dan tidak perlu ada lagi cerita baju seragam yang kotor karena terkena lumpur saat perjalanan menuju sekolah,” ujar Zulfa Faizah, CEO Insan Bumi Mandiri, dalam siaran pers, Senin (31/10/2022).

Sulitnya akses pendidikan harus dirasakan oleh anak-anak di Kampung Wailago ini. Demi bisa bersekolah, mereka harus menempuh perjalanan kurang lebih 3,5 kilometer di seberang desa.

Tak adanya akses transportasi untuk menyebrang membuat mereka harus berjalan memutar setiap harinya. Perjalanan yang ditempuh pun tidaklah melalui jalan yang mulus, melainkan jalanan berbatu karang, hutan yang penuh semak belukar, hingga bukit-bukit kecil berlumpur.

Perjalanan panjang yang menghabiskan waktu selama satu jam ini sering kali membuat anak-anak dari Kampung Wailago terlambat datang ke sekolah. Baju yang basah dengan peluh keringat atau sepatu yang terkena lumpur dan cipratan ombak pun menjadi hal yang biasa bagi anak-anak ini.

Bantuan perahu dari Insan Bumi Mandiri dan Rumah Amal Salman ini dapat dipergunakan anak-anak SDN Lebantour agar tidak perlu berjalan memutar untuk sampai ke sekolah. Jarak dan lama perjalanan menuju sekolah pun bisa lebih singkat dibanding jika mereka harus berjalan memutar. 

“Terima kasih kakak-kakak yang sudah kirimkan bantuan untuk kami di NTT. Semoga kakak semua sehat selalu dan bisa bertemu langsung dengan kami,” ujar anak-anak SDN Lebantour saat menerima bantuan perahu. (*)

baskoro dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post