Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Destinasi Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia

Foto: Indonesia.travel

Pada tanggal 9 Agustus 2021 lalu, para ilmuwan yang tergabung dalam Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim atau IPCC mengeluarkan peringatan kepada seluruh umat manusia terkait pemanasan global yang terancam tidak dapat dikendalikan lagi dalam 20 tahun mendatang.

KABARE.ID - Pada tanggal 9 Agustus 2021 lalu, para ilmuwan yang tergabung dalam Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim atau IPCC mengeluarkan peringatan kepada seluruh umat manusia terkait pemanasan global yang terancam tidak dapat dikendalikan lagi dalam 20 tahun mendatang. Salah satu penyebab pemanasan global adalah emisi karbon yang terus meningkat.

Emisi karbon merupakan gas karbon dioksida hasil buangan dari kendaraan, pabrik, dan sebagainya yang mengakibatkan pelepasan karbon ke atmosfer Bumi. Beberapa sumber emisi karbon di antaranya seperti pembangkit listrik, industri, komersial dan domestik, transportasi, dan pariwisata.

Sektor transportasi merupakan penyumbang terbesar emisi karbon. Sektor transportasi sangat berhubungan erat dengan sektor pariwisata. Oleh karena itu, sektor pariwisata juga dianggap sebagai salah satu penyumbang emisi karbon yang diperkirakan menyumbang sekitar 8% emisi karbon. Ketika berwisata, kita tentunya bergantung pada alat transportasi.

Moda transportasi penerbangan udara jarak jauh diketahui menyumbang 12% dari total emisi karbon. Selain itu, emisi karbon di sektor pariwisata dapat dihasilkan akibat penyediaan makanan, sumber energi, dan pembangunan infrastruktur.

Tips Berwisata Ramah Lingkungan

Di Indonesia sendiri, upaya untuk mengurangi jejak karbon di sektor pariwisata sedang gencar dilakukan, salah satunya yaitu melalui program Carbon Footprint Calculator dan Offsetting. Selain mengikuti program tersebut, kamu dapat mengikuti tips berwisata ramah lingkungan berikut ini.

Hindari Penggunaan Barang Sekali Pakai

Menggunakan barang sekali pakai hanya akan meningkatkan jumlah sampah yang kamu hasilkan selama berwisata. Membawa alat makan, botol, dan tas belanja dari rumah dapat membantu mengurangi produksi sampah di tempat wisata. Kalaupun kamu terpaksa menggunakan barang sekali pakai, selalu ingat untuk membuangnya pada tempat yang telah disediakan ketika selesai digunakan.

Hemat Listrik

Ketika kamu menginap di hotel, mungkin kamu akan terlena dengan fasilitas lengkap yang disediakan, terutama fasilitas elektronik. Sebaiknya, gunakan fasilitas elektronik tersebut ketika memang dibutuhkan saja. Dengan menghemat listrik, kamu juga ikut serta dalam mengurangi emisi karbon.

Perbanyak Jalan Kaki

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sektor transportasi merupakan penyumbang terbesar emisi karbon. Dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum ketika berwisata, kamu telah berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon. Kamu juga bisa memilih untuk berjalan kaki jika hendak menuju lokasi wisata yang lokasinya tidak terlalu jauh dari hotel atau tempat sebelumnya.

Destinasi Wisata Ramah Lingkungan

Selain mengikuti tips berwisata ramah lingkungan di atas, kamu juga bisa sekalian mengunjungi destinasi wisata yang ramah lingkungan.

Kawah Ijen, Jawa Timur

Terkenal akan fenomena api birunya, Kawah Ijen masuk ke dalam daftar World Biosphere Reserves dari UNESCO. Jika ingin melihat api biru dari Kawah Ijen, kamu harus naik ke puncak sedari dini hari karena fenomena api biru tersebut biasanya terjadi pada pukul 5 pagi. Namun tenang saja, terdapat banyak homestay di Desa Tamansari yang berjarak sekitar 17 km dari Kawah Ijen.

Taman Nasional Bali Barat, Bali

Taman Nasional Bali Barat merupakan surga bagi spesies yang terancam punah, seperti burung jalak Bali. Di sini, kamu juga bisa menelusuri hutan hujan yang lebat, padang rumput sabana yang luas, dan habitat lainnya. Untuk menjaga kelestarian lingkungan, pengunjung harus patuh terhadap aturan ketat, seperti dilarang berburu, memancing, menebang pohon, dan berkendara lebih dari 10 km/jam.

Pulau Nusa Penida, Bali

Di pulau ini, kamu bisa menemukan hamparan pasir putih yang eksotis dan tebing-tebing indah yang menghadap ke Samudra Hindia. Tidak hanya itu, keindahan bawah laut pulau ini juga memesona. Kamu bisa menemukan banyak spot scuba diving dan snorkeling di sini.

Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah

Destinasi ekowisata berikutnya berada di Kalimantan Tengah. Memiliki luas hampir setara dengan Pulau Bali, Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan bagi hewan endemik dan dilindungi, seperti orang utan, bekantan, lutung merah, kancil, dan kucing hutan. Selain itu, terdapat juga sekitar 200 spesies burung, 38 spesies mamalia, dan berbagai jenis flora endemik.

Pulau Morotai, Maluku Utara

Pulau Morotai dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan wisatawan untuk menyelam bersama hiu sirip hitam! Morotai disebut sebagai destinasi wisata ramah lingkungan sebab mengutamakan pelestarian alam. Shark Diving Indonesia menjadi salah satu cara dalam membangun potensi ekowisata di pulau ini. Wisatawan juga akan mendapatkan edukasi tentang pentingnya melestarikan habitat hiu dan keindahan bawah laut lainnya.

Dengan mengunjungi beberapa rekomendasi tempat wisata bernuansa alam di atas, kesadaran kamu terhadap lingkungan akan semakin bertambah. Kamu akan tergugah untuk terus menjaga kelestarian lingkungan, baik itu ketika sedang berwisata atau terutama ketika sedang menjalani aktivitas sehari-hari. (*)

 

Sumber: Indonesia.travel

baskoro dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post