Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Desa Wisata Pandanrejo, The New Zealand Van Java

Foto: Kemenparekraf RI

Desa Wisata Pandanrejo berlokasi di area Perbukitan Menoreh. Dijamin kamu akan menemukan panorama keindahan tak terlupakan yang bisa menyegarkan pikiran.

KABARE.ID - Sudah penat dengan pekerjaan yang tiada henti? Saatnya menyiapkan koper dan segera pergi berlibur! Berkunjung ke desa adalah solusi yang tepat untuk kamu yang sedang jenuh dengan hiruk-pikuk kota. Salah satu desa wisata yang bisa kamu kunjungi adalah Desa Wisata Pandanrejo.

Desa yang masuk 50 besar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 ini berlokasi di area Perbukitan Menoreh. Dijamin kamu akan menemukan panorama keindahan tak terlupakan yang bisa menyegarkan pikiran.

Berjarak 17 kilometer dari pusat Kota Purworejo dan 36 kilometer dari Kota Yogyakarta, desa wisata yang memiliki arti “Dewa Pandan” ini memiliki potensi wisata menarik dari segi sosial budaya, ekonomi, dan keindahan alam tentunya.

Pandanrejo masuk ke dalam wilayah Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Desa ini menyuguhkan berbagai wisata alam, aktivitas, maupun kuliner yang tak bisa kamu temui di tempat lain, sehingga menghabiskan waktu sehari pun tak cukup rasanya untuk mengeksplorasi semua yang ada di desa eksotik ini.

Salah satu spot yang bisa dikunjungi pertama adalah Bukit Sebutrong. Nama bukit ini berasal dari kata “sebut rong” yang berarti banyak lubang, lantaran di bukit ini terdapat banyak lubang yang awalnya menjadi sarang landak.

Eitss, sebelum mendaki bukit ini siapkan stamina dulu ya, karena kamu harus menaiki 69 anak tangga berbatu. Tak perlu ragu karena setelah sampai puncak, pemandangan Purworejo yang dikelilingi bukit dan gunung akan menjadi penghilang lelah.

Destinasi berikutnya adalah Gunung Gajah. Wisatawan akan disuguhkan keindahan 5 gunung cantik yakni Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet melalui gardu pandang. Puncak Gunung Gajah berada di ketinggian 835 mdpl, sehingga udara akan terasa segar dan sejuk saat kamu mencapai puncak.

Desa Wisata Pandanrejo memiliki pesona alami berupa perbukitan, sungai, dan bebatuan lumut menjadi latar pemandangan yang memanjakan mata. Suasana khas pedesaan yang disuguhkan mampu menghipnotis untuk betah berlama-lama.

Pengelola desa wisata pun sadar akan potensi berkembangnya pariwisata Pandanrejo ini, itulah mengapa jika kamu mengunjungi tempat ini, terdapat beberapa spot foto menarik dan cantik yang sengaja disiapkan untuk para wisatawan berfoto dengan bebas.

Tak hanya kekayaan alam, Desa Pandanrejo juga memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) dengan budaya kerja mandiri. Terlihat dari mayoritas penduduknya berswasembada melalui pertanian, perkebunan, dan peternakan. Secara turun temurun, warga mengolah tanah subur Pandanrejo, tak heran hasil bumi seperti kakao, stroberi, manggis, dan durian pun menjadi unggulan desa ini.

Keunggulan lain dari Desa Wisata Pandanrejo adanya peternakan kambing peranakan etawa ras Kaligesing.  Di sini kamu bisa ikut memberi makan, memerah susu, dan menikmati susu kambing segar.

Berbeda dari kambing pada umumnya, kambing etawa memiliki tubuh yang besar. Saking banyaknya populasi kambing di desa ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menjuluki desa ini The New Zealand Van Java. Alasannya karena jumlah kambing di Pandanrejo mencapai 5.000 ekor melebihi populasi warga desa yang hanya 1.000.

Terdapat pula Pasar Kuliner Wiwit yang menyajikan berbagai produk kuliner khas Desa Pandanrejo, seperti dawet goreng, nasi bakar gugah, nasi tumpeng tiwul, dan berbagai produk kriya dari olahan kayu.

Sudah siap mengujungi New zealand VanJava? Yuk, agendakan wisatamu ke Desa Wisata Pandanrejo! Temukan pengalaman unik tak terlupakan dan turut serta memajukan kembali pariwisata Indonesia.

Sebelum berwisata, pastikan kamu sudah vaksin dan jangan lupa untuk selalu patuhi protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama agar aktivitas berwisata nanti tetap aman dan nyaman. (*)

 

Sumber: Indonesia.travel/ Kemenparekraf RI

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post