Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Bahaya Berlomba Menjadi yang Pertama di Dunia Maya

Ilustrasi: Foto Plann/ Pexels

Masyarakat digital atau netizen sering berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama mencoba sesuatu yang baru di dunia maya. Namun kita tidak sadar kalau data pribadi kita sendiri dijual atau disalahgunakan.

KARAWANG - KABARE.ID: Keamanan digital menjadi hal yang penting sehingga layak menjadi salah satu fokus dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021. Sebagai pengguna produk aplikasi digital yang semakin banyak, seringnya kita berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama mencoba namun kita tidak sadar kalau data pribadi kita sendiri dijual atau disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Mengapa seperti itu?

Fikri Andika dari Next Generation Indonesia yang hadir dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kabupaten Karawang, Jawa Barat Senin, (14/6/2021) menjelaskan, setelah mengunduh aplikasi kita harus cek dulu terkait data apa saja yang boleh diambil dari gawai kita. Misalnya Gojek ini dia akan minta data kamera dan lokasi begitu juga dengan Tokopedia. Kita harus harus sadar dengan mengecek aplikasi diizinkan untuk apa aja. 

"Aplikasi game juga sama, apa saja yang boleh diizinkan, untuk apa mengizinkan lokasi atau akses ke galeri jika hanya untuk bermain game. Kita harus lebih sering mengecek pengaturan di aplikasi," jelasnya.

Data privasi memang hak kita untuk dikomunikasikan dengan orang lain atau tidak dengan tetap memperhatikan dampak-dampaknya. Misalnya, saat kita menyebarkan catatan medis kita ke publik kemungkinan prasangka buruk akan kita alami. Belum lagi menyangkut kejahatan digital jika kita tidak dapat menyimpan baik-baik identitas diri. 

Jadi Fikri menegaskan siapa yang kemungkinan melanggar privasi jawabannya ialah diri sendiri. "Sama dengan hak kita, privasi adalah sebuah kesadaran atas apa yang kita mau bagikan ke publik atau tidak. Saat akan posting sesuatu sadar ini melanggar privasi kita atau tidak," ungkapnya.

Secara teknis dalam aplikasi yang sudah kita unduh pastikan untuk selalu melakukan autentikasi dua faktor. Caranya, masuk dalam pengaturan aplikasi, pilih keamanan. Mereka akan menyediakan pilihan untuk kita melakukan autentikasi dua faktor. Dua faktor ini biasanya akan bekerja jika nanti akun kita diaktifkan di gawai yang berbeda. Mereka akan kode yang dikirim ke nomor atau email personal untuk mengaktifkan akun di gawai lain.

Hal sederhana seperti ini mampu melindungi kita saat bermedia digital. Mulai dari media sosial, aplikasi chatting hingga aplikasi e-commerce.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 - untuk Indonesia Makin Cakap Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (14/62021) ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Bentang Febrylian (Masyarakat Anti Fitnah - Mafindo), pendongeng Ariyo Zidny, Dwi Wahyudi (Relawan TIK Indonesia), dan content creator Ummi Kalsum sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia Makin Cakap Digital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital, Aman Bermedia, Etis Bermedia Digital, dan Cakap Bermedia Digital untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (*)

 

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post