Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Arborek, Desa Wisata di Papua Barat yang Indah Tiada Tara

Foto: Kemenparekraf RI

Pulau Arborek memiliki luas sekitar 7 hektare, untuk mengelilinginya dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dengan berjalan kaki. Meskipun dibilang singkat tetapi pemandangan yang disajikan sangatlah indah.

PAPUA, KABARE.ID - Wisata ke Raja Ampat tentu jadi impian hampir semua orang. Mengingat Raja Ampat adalah gugusan pulau-pulau yang memiliki keindahan panorama yang tiada tandingannya.

Salah satu spot wisata yang layak kamu kunjungi adalah Pulau Arborek, atau yang sekarang lebih dikenal dengan Desa Wisata Arborek. Desa ini terletak di Distrik Meosmansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Pulau Arborek memiliki luas sekitar 7 hektare, untuk mengelilinginya dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dengan berjalan kaki. Meskipun dibilang singkat tetapi pemandangan yang disajikan sangatlah indah. Hamparan pasir putih, laut yang sangat jernih, rumah-rumah warga, dan homestay yang tersusun rapih sangat memanjakan mata.

Wajah-wajah bersahabat dari penduduk sekitar selalu berusaha menyapa kita duluan dan memberi kesan sambutan yang hangat untuk para pendatang di Desa Wisata Arborek Untuk masuk ke Desa Wisata Arborek ini, kamu bisa memulai perjalanan dari Waisai dengan menyewa kapal cepat yang memakan waktu 1,5 hingga 2 jam tergantung kondisi laut.

Sementara untuk biaya sewa kapal tersebut yaitu Rp1.500.000,- per trip dengan kapasitas 6-8 orang, sedangkan untuk long boat sebesar Rp1.000.000,- dengan kapasitas 3-4 orang. Lamanya perjalanan dan biaya yang dikeluarkan akan terbayar saat kamu menginjakkan kaki di Desa Wisata Arborek.

Arborek berasal dari bahasa Biak yang berarti duri. Dulu suku Biak terkenal sebagai pelaut ulung, bahkan dijuluki sebagai Viking Papua. Suatu hari para pelaut Biak ini berlayar dari Teluk Cendrawasih menuju utara dan tidak sengaja menemukan sebuah pulau kosong berpasir putih.

Setelah menjelajahi dan yakin kalau pulau ini tidak berpenghuni, akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal dan membuat perkampungan. Karena awalnya dipenuhi dengan semak berduri, pulau ini diberi nama Arborek.

Tugu Injil, Ikon Desa Wisata Arborek

Tugu Injil Marthen Mambraku dibangun sebagai bentuk perwujudan untuk mengenal awal masuknya Injil ke Desa Wisata Arborek pada tahun 1936 oleh para pemuka agama yaitu Bapak Wilhemus Mambrasar, Bapak Rakibu Mambrasar, dan Bapak Permenas Mambrasar.

Mengingat Injil telah lama masuk dan sekaligus untuk mengingat lagi ajaran-ajaran Injil, maka diundanglah pemuka agama lain dari kampung PAM bernama Marthen Mambraku sebagai guru Injil pertama. Tugu yang menjadi salah satu ikon ini berada dekat dengan Gedung Gereja Desa Wisata Arborek. Tugu Injil sendiri diresmikan pada 4 November 2017.

Pesona Desa Wisata Arborek

Desa Wisata Arborek menawarkan pemandangan bawah laut yang begitu menawan. Tak heran jika desa ini termasuk dalam destinasi minat khusus. Saat snorkeling di dermaga saja, wisatawan bisa langsung menyaksikan beragam kehidupan laut, mulai dari karang-karang yang penuh warna hingga ikan-ikan dengan berbagai ukuran dan warna siap menyambut kedatanganmu.

Banyak wisatawan mancanegara rela untuk tinggal berlama-lama di Desa Wisata Arborek untuk melakukan aktivitas diving atau snorkeling. Cukup dengan membayar Rp100.000,-, kamu sudah bisa mendapatkan peralatan snorkeling.

Tak hanya terumbu karang dan ikan-ikan yang indah, rupanya ada salah satu yang menarik perhatian para wisatawan. Laut Arborek dikenal sebagai lokasi persebaran pari manta. Hewan inilah yang menjadi incaran para diver mancanegara karena bentuknya dan hanya di Raja Ampat kamu bisa melihat dua jenis spesies pari manta.

Gimana, sudah siap eksplorasi Desa Wisata Arborek? Tak perlu khawatir bila ingin berkunjung sekalipun di tengah Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, karena masyarakat di Desa Wisata Arborek memiliki sebuah aturan di mana untuk setiap tamu yang ingin masuk ke Desa Wisata Arborek harus terlebih dahulu berendam di laut untuk proses strerilisasi.

Sebelum berwisata, pastikan kamu sudah vaksin dan jangan lupa untuk selalu patuhi protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama agar aktivitas berwisata nanti tetap aman dan nyaman. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post