Alarm Pendidikan Berbunyi: Swadaya Publik Soroti Penurunan Mutu
Badan Swadaya Publik (BSP) di seluruh Indonesia menyuarakan keprihatinan mendalam terkait penurunan kualitas pendidikan yang mereka amati di lapangan. Sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan akar rumput, mereka melihat indikator-indikator yang mengkhawatirkan pasca-pandemi dan perubahan kebijakan pendidikan.
Menurut BSP, pandemi COVID-19 disebut sebagai pemicu utama yang memperparah kesenjangan akses dan kualitas pembelajaran. Namun, masalah ini tidak berhenti di sana. Kurikulum yang sering berganti tanpa persiapan memadai, keterbatasan infrastruktur di banyak daerah, serta kapasitas guru yang belum merata, menjadi faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan mencapai standar kompetensi yang diharapkan. Dampaknya, terjadi penurunan signifikan dalam pemahaman materi, keterampilan kritis, dan minat belajar.
Dampak dari penurunan mutu ini sangat krusial bagi masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, BSP menyerukan agar pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan segera melakukan evaluasi komprehensif dan mengambil langkah-langkah konkret. Mulai dari investasi pada pelatihan guru yang berkelanjutan, peningkatan fasilitas yang merata, hingga penyusunan kurikulum yang relevan, stabil, dan berpusat pada kebutuhan siswa.
Suara dari Badan Swadaya Publik ini bukan sekadar kritik, melainkan panggilan mendesak untuk bertindak. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini dan membangun fondasi pendidikan yang kokoh demi memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan haknya atas pendidikan berkualitas.