Orde Baru: Antara Pembangunan Pesat dan Bayangan Kekuasaan Otoriter
Orde Baru, sebuah era yang membentang selama lebih dari tiga dekade (1966-1998), merupakan periode krusial dalam sejarah modern Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. Lahir dari gejolak politik pasca-Gerakan 30 September (G30S) dan runtuhnya rezim Orde Lama Soekarno, Orde Baru hadir dengan janji stabilitas, ketertiban, dan pembangunan ekonomi.
Era Stabilitas dan Pembangunan Ekonomi
Salah satu fokus utama Orde Baru adalah stabilisasi politik dan pembangunan ekonomi. Melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), pemerintah berhasil menggenjot sektor pertanian hingga mencapai swasembada pangan, membangun infrastruktur secara masif, dan menarik investasi asing. Angka kemiskinan menurun signifikan, dan standar hidup masyarakat meningkat, membawa Indonesia pada pertumbuhan ekonomi yang pesat. Kebijakan "dwifungsi ABRI" (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) juga memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitas dan mendukung program pembangunan.
Wajah Otoritarianisme dan Pengendalian Politik
Namun, di balik narasi pembangunan, Orde Baru juga dikenal dengan corak otoritarianismenya. Kekuasaan terpusat di tangan Soeharto, dengan minimnya kontrol legislatif dan yudikatif. Kebebasan berpendapat, pers, dan organisasi massa sangat dibatasi. Oposisi politik diberangus, dan kritik terhadap pemerintah seringkali berujung pada penangkapan atau pembungkaman. Praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) juga tumbuh subur di lingkaran kekuasaan, menjadi salah satu faktor utama ketidakpuasan rakyat.
Akhir Sebuah Era
Memasuki akhir 1990-an, fondasi Orde Baru mulai goyah. Krisis Moneter Asia pada 1997/1998 melumpuhkan perekonomian Indonesia, memicu gelombang demonstrasi mahasiswa dan tuntutan reformasi di berbagai daerah. Tekanan dari dalam dan luar negeri tak terbendung, hingga akhirnya Soeharto memutuskan mundur dari jabatannya pada 21 Mei 1998, menandai berakhirnya era Orde Baru dan dimulainya periode Reformasi.
Warisan yang Kompleks
Orde Baru meninggalkan warisan yang kompleks bagi Indonesia. Di satu sisi, ia berhasil menciptakan stabilitas politik dan memajukan perekonomian serta infrastruktur secara signifikan. Di sisi lain, ia juga dikenang sebagai rezim yang represif, membatasi kebebasan sipil, dan diwarnai praktik KKN. Memahami Orde Baru adalah kunci untuk memahami dinamika politik, ekonomi, dan sosial Indonesia kontemporer.