Berita  

Penguasa Penyelidikan Balik Memasukkan Pangan: Daya tahan Nasional Rawan

Ketika Impor Pangan Berkuasa: Kedaulatan Meja Makan di Ujung Tanduk

Dalam visi ideal sebuah negara, kemandirian pangan adalah pilar utama ketahanan nasional. Namun, realitas modern seringkali menghadirkan gambaran yang berbeda: ketergantungan yang kian mendalam pada pasokan pangan dari luar negeri. Fenomena ini telah menciptakan sebuah "penguasa" baru di meja makan kita – yakni impor pangan – yang secara perlahan namun pasti menggerogoti daya tahan nasional.

Dominasi impor pangan bukan sekadar soal mengisi kekurangan produksi domestik. Lebih dari itu, ia membentuk sebuah ekosistem di mana harga, ketersediaan, bahkan pilihan menu kita didikte oleh dinamika pasar global, kebijakan negara produsen, atau kekuatan kartel perdagangan internasional. Ketika pasokan dalam negeri tidak mampu bersaing atau bahkan sengaja dimatikan oleh banjir produk impor yang lebih murah, semangat petani lokal luntur dan kedaulatan pangan kita pun terancam.

Dampak dari "penguasa" impor ini sangat nyata terhadap ketahanan nasional. Pertama, secara ekonomi, fluktuasi harga komoditas global dapat langsung mengguncang stabilitas ekonomi dalam negeri, memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat. Kedua, dari sisi sosial, ancaman kelangkaan atau kenaikan harga drastis, yang dipicu oleh gangguan rantai pasok global atau embargo, dapat memicu gejolak sosial. Ketiga, secara strategis, ketergantungan pangan yang tinggi membuka celah bagi negara lain untuk menggunakan pangan sebagai alat tawar politik atau bahkan tekanan.

Maka, "penyelidikan balik" terhadap kebijakan pangan kita menjadi krusial. Ini bukan tentang menolak impor sepenuhnya, melainkan tentang membangun strategi yang menempatkan penguatan sektor pertanian domestik, diversifikasi sumber pangan lokal, dan penciptaan rantai pasok yang mandiri sebagai prioritas utama. Hanya dengan begitu kita dapat merebut kembali kedaulatan meja makan, memastikan setiap keluarga memiliki akses pangan yang stabil dan terjangkau, serta membangun ketahanan nasional yang kokoh dan tidak mudah digoyahkan oleh gejolak global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *