Berita  

Stunting di Indonesia Sedang Tinggi: Sasaran 2025 Rawan

Stunting Indonesia Mengkhawatirkan: Target 2025 di Ujung Tanduk!

Stunting, ancaman senyap bagi masa depan bangsa, masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. Meskipun pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat dengan menetapkan target ambisius untuk menurunkan prevalensi stunting, kondisinya saat ini menempatkan target 2025 pada posisi yang rawan.

Angka yang Masih Tinggi
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dampaknya tidak main-main: kecerdasan terganggu, produktivitas rendah di masa dewasa, dan risiko penyakit tidak menular yang lebih tinggi. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023 menunjukkan prevalensi stunting berada di angka 21,5%. Meski ada penurunan dari tahun sebelumnya (24,4% di 2021), angka ini masih jauh di atas ambang batas ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di bawah 20%.

Target 2025 yang Rawan Terjegal
Pemerintah Indonesia telah menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14% pada tahun 2024, yang juga menjadi acuan utama hingga 2025. Dengan angka 21,5% di awal 2024, Indonesia harus menurunkan stunting sekitar 7,5% dalam waktu yang sangat singkat. Laju penurunan saat ini, meskipun positif, belum cukup untuk mencapai target tersebut. Dibutuhkan percepatan intervensi yang luar biasa.

Tantangan dan Urgensi Percepatan
Tantangan pencapaian target ini sangat kompleks. Stunting bukan hanya masalah gizi, melainkan juga terkait erat dengan akses sanitasi dan air bersih yang layak, pendidikan ibu, pola asuh, serta layanan kesehatan yang merata. Untuk mengejar target 2025, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang lebih masif dan terarah. Fokus utama harus pada penguatan program 1000 HPK, edukasi gizi bagi calon ibu dan keluarga, perbaikan infrastruktur sanitasi, serta penguatan posyandu dan layanan kesehatan primer di seluruh pelosok negeri.

Penanganan stunting adalah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia. Tanpa upaya ekstra yang terintegrasi dan berkelanjutan dari semua pihak, target ambisius 2025 akan sulit tercapai, mengancam bonus demografi dan daya saing bangsa di masa depan. Waktu terus berjalan, dan tindakan nyata harus terus digencarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *