Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Doed Joesoef, meninggal dunia, Selasa (23/1/2018), pukul 23.55 WIB. 
Wisata & Kuliner

Toko Merah, Bangunan Kuno yang Mengadopsi Teknik Modern

Foto: imagebank.kemenpar

Toko Merah adalah sebuah peninggalan bangunan kolonial Belanda yang terletak di tepi barat Kali Besar, Kota Tua Jakarta. Dibangun pada tahun 1730 dan merupakan salah satu bangunan tertua di Jakarta. Ciri khas warna merah pada bangunan ini yang menjadikannya disebut "Toko Merah".

JAKARTA-KABARE.ID: Toko Merah, salah satu bangunan tertua di kawan Kota Tua Jakarta ini merupakan tempat favorit para pelancong untuk berswafoto. Gedung bersejarah yang dibangun dengan arsitektur Eropa China pada tahun 1730 ini terlihat unik dengan bangunan dua lantai yang dilengkapi jendela besar dan kisi-kisi ventilasi udara lebar khas Eropa. Sedangkan atap, ornamen hingga warna mewakili gaya arsitektur China.

Toko Merah sebenarnya adalah bangunan kembar satu atap dengan dua pintu utama yang berukuran tinggi besar dengan fanlight yang menyatu di atasnya. Walau bangunan ini kuno namun ternyata sudah mengadopsi teknik modern. Hal ini terlihat dari adanya sekat parapat yang biasa difungsikan untuk mencegah kebakaran supaya tidak merambat pada gedung sebalahnya.

Keunikan pada gedung ini bahkan kerap dijadikan lokasi untuk foto pre-wedding bagi sebagian pasangan. Asyiknya lagi, pengelola tidak memungut biaya karena letak bangunan yang terletak di pinggir jalan raya.

Namun di balik kecantikan bangunan ini, siapa sangka Toko Merah menyimpan cerita lain yang kerap membuat bulu kuduk merinding. Konon kabarnya, nama Toko Merah itu juga diambil setelah terjadi peristiwa Geger Pecinan yang banyak menelan ribuan korban.

Di tempat ini pernah terjadi pembantaian etnis Tionghoa di Batavia. Mayat-mayat keturunan Tionghoa bertebaran di Kali Besar di depan gedung sehingga permukaan air menjadi warna merah. Selain menjadi tempat pembantaian etnis Tionghoa, bangunan tersebut dikabarkan juga dijadikan tempat penyiksaan, khususnya para gadis. (bas)

Baskoro Dien

Popular Post

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR