Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Doed Joesoef, meninggal dunia, Selasa (23/1/2018), pukul 23.55 WIB. 
SENI BUDAYA

Terletak di Tengah Hutan, Candi Miri Menyimpan Banyak Misteri

Perawatan Cagar Budaya Candi Miri. (Antara Foto/ Hendra Nurdiyansyah)

Perawatan Candi Miri di Dusun Nguwot, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (10/2). Candi Hindu yang terletak di atas perbukitan Prambanan tersebut memiliki tiga teras dengan candi induk dan temuan artefak, serta arca. Diperkirakan candi ini dibangun sekitar abad IX pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.

Sleman – Candi Miri adalah candi Hindu yang berada di dusun Nguwot, kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, tidak jauh dari bandara Adisucipto. Candi ini bisa dinikmati wisatawan untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam di perbukitan yang sunyi dan sejuk.

Pemandangan matahari terbit atau terbenam bisa disaksikan dari tebing batu tlasar, tapal batas Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Tengah, yang ada di dekat candi yang berada di Kecamatan Prambanan tersebut. Dari tebing itu, pengunjung bisa memandang Yogyakarta dan Jawa Tengah beserta hamparan gunung dan sawah-sawahnya.

"Candi Miri ini punya keunikan tersendiri, letaknya yang berada di tengah hutan membuat candi ini masih memendam banyak misteri," kata Ketua Desa Wisata Bokoharjo, Prambanan, Sadi, di Sleman.

Candi yang dibangun sekitar abad IX pada zaman Kerajaan Mataram Kuno ini ditemukan oleh Radiman, pemilik lahan tersebut di tahun 1973. Hingga kini belum banyak penelitian yang dilakukan pada puing-puing candi yang sempat ditemukan. "Dulu pernah ditemukan prasasti pereng, menceritakan bangau putih, yang merupakan simbol dari Dewa Brahmana. Namun untuk tujuan apa candi tersebut dibangun masih belum diketahui. Berbeda dengan Candi Barong misalnya. Di Candi Barong untuk pemujaan Dewi Sri," katanya.

Pada awal penemuan, Sadi menjelaskan, ada sekitar 15 patung yang ditemukan namun warga setempat yang belum mengetahui pentingnya cagar budaya menjual sebagian besar patung tersebut kepada kolektor yang mengoleksi barang peninggalan purbakala. Patung yang masih tersisa saat ini disimpan di kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta.

Editor: Baskoro

Popular Post

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR