Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Pesona Rangkai Keping Keramik

Mozaik di Hotel Royal Ambarrukmo

Keping keramik warna-warni yang memvisualkan kearifan lokal telah menjadi karya monumental. Membentuk seni tinggi bernuansa masyarakat Jogjakarta dan wanita elok dengan hasil panennya, hingga gadis-gadis telanjang di sungai jernih.

Jakarta - Romantisme masyarakat Jogjakarta masa lalu terpampang indah di salah satu dinding Hotel Royal Ambarrukmo Jogjakarta. Terlukis apik dan teliti dalam susunan pecahan keramik yang konon berasal dari Jepang dan Jakarta. Karya yang dibuat sekitar 1965 itu disebut mozaik.


Setiap tamu yang berkunjung ke hotel megah gagasan Presiden Soekarno ini akan berdecak kagum ketika memandangnya. Sebuah karya seni bernilai tinggi telah menjadi point of view dinding hotel. Tak jarang menjadi bahan berbincangan para tamu. Bahkan kerap didiskusikan para mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.


Sebagai elemen interior yang dekoratif, hiasan pelapis dinding itu seolah memanggil mata. Keunikan dan keindahannya tampak berbeda dengan elemen interior lainnya. Melapisi dinding lobi hotel seukuran 300 x 1.000 sentimeter. Mozaik dengan ukuran lebih lebar ada pula di lantai delapan.


Potongan keramik warna-warni tersusun hingga menghasilkan lukisan figuratif yang indah. Tergambar wanita elok yang sibuk dengan hasil tanamannya. Mereka menumbuk padi dengan lesung, pria-pria menggembala unggas, hingga gadis-gadis telanjang yang mandi di sungai jernih. Tradisi pernikahan, pewayangan, tarian, perang Diponegoro, keraton, dan lain-lain. Tema yang divisualkan menampilkan tradisi dan sisi sejarah masyarakat Jawa, terutama Jogjakarta dan Jawa Tengah.


“Mozaik di Ambarrukmo menarik karena menunjukkan identitas lokal. Ini penting dan menunjukkan pembangunan tidak terasing dari lingkungannya,” terang Suwarno Wisetrotomo, kurator seni yang juga dosen di ISI Jogjakarta. Pembangunan yang baik adalah yang terkait erat dengan lingkungan. Dengan menghadirkan ciri dan karakter lokal, hotel modern tersebut tidak menjadi benda asing di lingkungannya.


Menurut Candid Erdiata, PR Manager Royal Ambarrukmo Jogjakarta, hotel ini dibangun sebagai bagian dari pembangunan negara yang baru merdeka. Hotel berkelas internasional ini resmi dibuka tahun 1966. Hotel pertama paling mewah dan modern di Jogjakarta pada saat itu.

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post