Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Nelayan Tolak Kebijakan Menko Maritim

Ilustrasi: Nelayan menjaring ikan. (Pixabay)

Para nelayan mulai buka suara terkait usulan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan, mulai 2018 tidak akan ada lagi penenggelaman kapal ikan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

TERNATE-KABARE.ID: Satu persatu para nelayan meminta pemerintah tidak membatalkan kebijakan penenggelaman kapal ikan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Seperti disampaikan oleh Ibrahim, perwakilan nelayan dari Kabupaten Halmahera Selatan di Ternate.

Para nelayan menganggap penenggelaman kapal ikan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia itu efektif mengurangi kasus pencuri ikan.

"Saya sebagai nelayan, sangat tidak setuju kalau kebijakan penenggelaman kapal ikan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia dibatalkan, karena nelayan sangat diuntungkan dari adanya kebijakan itu," kata Ibrahaim, seperti dikuti Antara, Rabu (10/1).

Menurut Ibrahim, dulu ketika belum ada kebijakan penenggelaman kapal, banyak sekali kapal ikan asing, khususnya dari Filipina, yang mencuri ikan di Maluku Utara. Tetapi setelah Susi menerapkan kebijakan penggelaman, kapal ikan asing pencuri ikan di perairan Maluku Utara hampir tidak terjadi lagi.

Ibrahim memaparkan, dulu dalam semalam hasil yang diperoleh dari menjaring ikan paling banyak 1 ton, tetapi sekarang bisa mencapai 3 ton karena yang menangkap ikan hanya nelayan dari daerah ini.

 

Sebelumnya, Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, bahwa mulai 2018 tidak akan ada lagi penenggelaman kapal ikan asing yang mencuri ikan di Indonesia yang selama ini ditempuh oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Ibrahim mengaku tidak sepakat kalau kapal ikan asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia diserahkan kepada nelayan, karena akan merendahkan martabat bangsa Indonesia, walaupun kenyataannya masih banyak nelayan Indonesia yang belum memiliki kapal ikan. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post