Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Doed Joesoef, meninggal dunia, Selasa (23/1/2018), pukul 23.55 WIB. 
NASIONAL

Nama I Gusti Ngurah Rai dalam Alat Perang Indonesia dari Masa ke Masa

Ilustrasi: (Foto militermater.com)

Pada masa Orde Lama nama I Gusti Ngurah Rai disematkan pada alat perang buatan Uni Soviet. Pada era Orde Baru nama itu digunakan untuk kapal perang buatan Amerika Serikat. Kini nama pejuang tersebut disematkan pada alat perang buatan anak bangsa.

BALI-KABARE.ID: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengukuhkan nama KRI I Gusti Ngurah Rai, kapal yang akan melengkapi armada kapal perang Negara Kesatuan Republik Indonesia di Pelabuhan Benoa, Rabu (10/1/2018).

PKR SIGMA 10514 KRI I Gusti Ngurah Rai-332 merupakan kapal kombatan jenis fregat generasi pertama yang dibuat di Indonesia bersama KRI Raden Eddy Martadinta-331. Kapal kedua dari proyek Sigma 10514 PKR ini memiliki teknologi perang laut paling modern dalam armada milik TNI Angkatan Laut.

Kapal kombatan itu dinamai seperti pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Pada masa Orde Lama, nama I Gusti Ngurah Rai disematkan pada satu fregat TNI Angkatan Laut Kelas Riga buatan Uni Soviet dan pada era Orde Baru nama itu kembali digunakan untuk satu kapal perang jenis destroyer escort Kelas Claude Jones buatan Amerika Serikat. Dan pada era Reformasi saat ini, nama pejuang Margarana tersebut disematkan pada fregat kedua Kelas RE Martadinata buatan anak bangsa.

"Kapal ini merupakan bagian integral untuk membangun ketahanan negara serta sebagai kebangkitan dan kejayaan TNI AL," kata Marsekal Hadi Tjahjanto dalam acara pengukuhan tersebut, seperti dikutip Antara.

Panglima mengatakan, Indonesia berada di silang dunia sehingga penjagaannya membutuhkan dukungan alat utama sistem senjata (alutsista) modern.

"Sekitar 70 wilayah Indonesia adalah perairan yang membutuhkan kekuatan angkatan laut untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara," katanya. (*)

Baskoro Dien

Popular Post

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR