Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Kasus-kasus Tragis Akibat Kecanduan ‘Game’

Ilustrasi: anak kecanduan game. (Foto: pendidikankarakter.com)

Beberapa kasus dilaporkan karena kecanduan bermain game. Di Bondowoso seorang anak akan membenturkan kepalanya ke tembok jika dijauhkan orang tuanya dari ‘game’ kesukaanya. Sementara di Malaysia, seorang pria tega mengusir anak dan buah hatinya karena persoalan ‘game’.

BONDOWOSO-KABARE.ID: Tidak dapat dipungkiri, dewasa ini penggunaan gawai dan produk elektronik sejenisnya menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sejumlah manfaat tentu didapat dari kemudahan hasil inovasi yang berkembang seiring zaman, namun tidak sedikit masyarakat memanfaatkannya untuk hal negatif.

Seperti yang dilaporkan Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi Bondowoso, Jawa Timur, dalam beberapa bulan terakhir merawat dua siswa yang kecanduan pada penggunaan gawai dan laptop hingga menimbulkan guncangan jiwa.

“Tingkat kecanduan kedua anak itu sudah tergolong parah. Bahkan salah satunya membentur-benturkan kepalanya ke tembok ketika sangat ingin menggunakan gawai, namun tidak diizinkan oleh orang tuanya,” ujar dokter spesialis jiwa RSUD Koesnadi, dr Dewi Prisca Sembiring, Sp.Kj di Bondowoso, Kamis (11/1/2018).

Kasus negatif karena gawai juga terjadi pada pasangan suami istri di Malaysia. Seperti diberitakan worldofbuzz.com seorang suami tega mengusir istrinya bersama buah hatinya karena sang istri diam diam menjual semua prestasi atau capaian game yang dimainkan sang suami.

Kasus terburuk terjadi pada seorang pria asal Rusia berusia 44 tahun yang meninggal saat sedang asik memainkan game menggunakan headset virtual reality (VR). Dilansir dari Okezone, pria tersebut tersandung dan terjatuh menimpa meja kaca hingga mengalami luka berat. Hal ini tak sengaja membuatnya bunuh diri.

Oraganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kecanduan game (Gaming disorder) adalah penyakit mental. Gaming disorder, untuk pertama kalinya masuk dalam daftar draft beta 11th International Classification of Diseases (ICD). Dengan demikian, kecanduan game (baik online maupun offline) masuk dalam kategori yang sama dengan kecanduan narkoba dan judi. (bas)  

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post