Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Burung Jenis Baru yang Terinspirasi dari Nama Ibu Negara

Myzomela irianawidodoae. (Foto: ornithomedia.com)

Nama ilmiah jenis burung baru ini, telah mendapat izin dari Presiden Joko Widodo dan Kementerian Terkait. Izin menggunakan nama Ibu Negara tertuang dalam Surat Nomor B1199/M.Sesneg/D-2/HL.01.00/12/2017 tertanggal 17 Desember 2017.

JAKARTA-KABARE.ID: Untuk pertama kalinya Indonesia memberikan nama ilmiah pada burung jenis baru endemik Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur dengan nama Myzomela irianawidodoae sesuai nama Ibu Negara.

Dilansir dari Antara, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati mengatakan, pemberian nama Ibu Negara ini dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan kepada Ibu Negara yang sangat memperhatikan kehidupan burung, dedikasinya bisa dijadikan teladan dan menjadi contoh dalam menyelamatkan lingkungan di Indonesia.

Pemberian nama ini tentu telah mengantongi izin dari Presiden dan Kementerian terkait berdasarkan Surat Nomor B1199/M.Sesneg/D-2/HL.01.00/12/2017 tertanggal 17 Desember 2017.

Enny menjelaskan, sangat lama proses penemuan jenis baru ini, dimulai dari pernyataan Forbes pada 1879 bahwa masih banyak jenis Myzomela spp. di wilayah Wallacea yang belum ditemukan.

Pada tahun 1996, Johnstone dan Jepson melaporkan dugaan jenis baru Myzomela dari Pulau Rote pada daftar jenis burung. Kemudian pada 2009, seorang aktivis lingkungan Philip Verbelen melaporkan pengamatannya di Pulau Rote pada jenis burung yang sama, serta berhasil mengambil foto dan rekaman suaranya.

Sampai akhirnya pada 2017, tim peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI dan tim peneliti Nasional University of Singapore, Singapura mempublikasikan jenis baru Myzomela dari Pulau Rote tersebut dalam jurnal ilmiah Treubia Volume 44, edisi Desember 2017, halaman 77-100.

 

Spesies Myzomela irianawidodoae

Jenis burung endemik Myzomela irianawidodoae ditemukan di Pulau Rote, NTT, Burung berukuran kecil ini termasuk di dalam famili Meliphagidae sebagai burung yang dilindungi. Cari-ciri burung ini memiliki paruh berwarna hitam, warna mata cokelat gelap, warna kaki dan jari hitam dengan bantalan kuku warna kuning.

Ciri lainnya, bulu-bulu di bagian kepala hingga dada atas dan tengkuk berwarna merah darah, warna kekang hitam dan garis hitam tipis di sekeliling mata, pita hitam pada pertengahan dada dan secara bertahap menjadi warna abu-abu dengan sapuan warna zaitun pada dada bawah, perut, paha dan sekitar tungging. Punggung dan ekor burung berwarna hitam, serta pertengahan punggung sampai tunggir berwarna merah dan sayap berwarna hitam bercampur abu-abu gelap.

Burung ini merupakan pemakan nektar, yaitu cairan manis yang terdapat pada bunga. Mereka juga menyukai beberapa jenis serangga kecil, termasuk laba-laba. Burung ini menghuni habitat di hutan, semak-semak, kebun dan pohon yang berbunga, terkadang bisa dijumpai memakan nektar pada bunga pohon jati di sekitar perkampungan. Suara kicauannya merdu saat sedang terbang.

Sebagai pemakan nectar, burung M. irianawidodoae berpotensi menjadi penyerbuk. Namun peran ini perlu dibuktikan dengan penelitian dan pengamatan yang lebih mendalam. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post