Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Yudi Latif Mundur Urusi Pembinaan Ideologi Pancasila

Yudi Latif mundur dari BPIP. (Instagram/kabartangsel)

Tepat setahun mengelola Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), yang bertransformasi menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif mengundurkan diri. Mengapa dia menjadi daun yang gugur?

JAKARTA-KABARE.ID : Belum selesai pro kontra urusan gaji besar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), kini Kepala BPIP Yudi Latif malah mengundurkan diri. Bahkan, pengunduran dirinya itu dituangkan dalam bentuk ungkapan perasaan terbuka, dan tulisannya itu telah beredar berantai di media sosial berjudul "Terima kasih, mohon pamit", yang ditutup dengan "salam takzim, Yudi Latif". Kabare.id berusaha mengkonfirmasi kebenaran ungkapan tersebut, namun belum mendapat tanggapan.

Sepanjang yang dapat dibaca pada ungkapan tertulis itu, pada alinea terakhir, Yudi mengunci kabar terbukanya dengan meminjam ungkapan Alexander Pope, An Essay on Man, "Saya mohon pamit. 'Segala yang lenyap adalah kebutuhan bagi yang lain, (itu sebabnya kita bergiliran lahir dan mati), seperti gelembung-gelembung di laut itu berasal, dan kepada laut mereka kembali'."

Hari Kamis, 7/6/2018, tepat satu tahun Yudi memangku jabatan sebagai Kepala (Pelaksana) UKP-PIP, yang sejak Februari 2018 bertransformasi menjadi BPIP. Lebaga ini diakuinya baru mengerjakan sedikit, untuk persolan yang amat besar. Kendalanya, jika disimpulkan dari surat terbukanya itu terdiri dari: waktu, dana, SDM, dan kewenangan. Lembaga penyemai Pancasila ini baru menggunakan anggaran negara untuk program sekitar 7 miliar rupiah. "Adapun anggaran tahun 2018, sampai saat ini belum turun," tulisnya membuat banyak orang terkejut.  

Yudi Latif (kanan), berfoto bersama Megawati Soekarnoputri dan Rieke Diah Pitaloka dalam acara perayaan 73 tahun Pancasila di Gedung Filateli Jakarta. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Kewenangan UKP-PIP berdasarkan Perpres juga hampir tidak memiliki kewenangan eksekusi secara langsung. Apalagi dengan anggaran yang menginduk pada salah satu kedeputian di Seskab, kinerja UKP-PIP dinilai dari rekomendasi yang diberikan kepada Presiden. Setelah bekerja setahun pun, jajaran Pengarah dan Pelaksana belum mendapatkan hak keuangan. Disadari, hal ini terkait adanya perubahan UKP-PIP ke BPIP, yang memakan waktu lama, sehingga Perpres tak kunjung keluar.

Transformasi dari UKP -PIP menjadi BPIP membawa perubahan besar pada struktur organisasi peran dan fungsi lembaga. Juga dalam relasi antara Dewan Pengarah dan Pelaksana. Semua itu memerlukan tipe kecakapan, kepribadian serta perhatian dan tanggung jawab yang berbeda.

"Saya merasa perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit. Sekarang, manakala proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen untuk penyegaran kepemimpinan," tulisnya menegaskan. (ysh)

Yusuf Susilo Hartono

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post