Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

YPA-MDR Persembahkan Karya Siswa Binaan : Dari Gedangsari untuk Dunia

Ketua Pengurus YPA-MD Arietta Adrianti bersama desainer Dandy T. Hidayat usai press conference “Dari Gedangsari Untuk Dunia” memperlihatkan motif batik khas Kec. Gedangsari, Kab. Gunungkidul.

Terinspirasi dari kekayaan bumi dan kultur budaya yang dimiliki oleh daerah Gedangsari, YPA-MDR bertekad menggali potensi terpendam di sana. Membina ribuan siswa dilakukan demi regenerasi pembatik yang mumpuni. Beragam motif ikonik pun tertoreh dalam selembar kain tradisional tersebut.

Yogyakarta - PT. Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) kembali mempersembahkan hasil karya siswa binaan Astra di SMKN 2 Gedangsari. Bekerja sama dengan desainer senior asal Yogyakarta, Dandy T. Hidayat, YPA-MDR turut meramaikan pagelaran busana (fashion show) dalam acara Jogja International Batik Biennale 2016 (JIBB) di Jogja Expo Center, 12-16 Oktober 2016 lalu. 

Pagelaran busana YPA-MDR di kancah JIBB 2016 kali ini menggunakan material hasil karya siswa binaan di Gedangsari dan Kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Seluruh material batik tersebut akan disulap menjadi 75 ready to wear looks yang ditampilkan di JIBB 2016 dengan mengangkat tema “Dari Gedangsari Untuk Dunia”.

“Astra yakin bahwa Gedangsari punya potensi besar untuk masuk ke kancah internasional. Terlebih lagi dengan gelar “Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia” yang dicanangkan oleh Dewan Kerajinan Dunia, atau World Craft Council (WCC) pada 18 Oktober 2014 di China lalu. Maka kami memutuskan untuk bergabung dalam acara JIBB 2016 ini agar hasil karya siswa binaan kami di Gedangsari dapat dilihat oleh dunia,” ujar Arietta Adrianti, Ketua Pengurus YPA-MDR.

Melalui JIBB 2016 yang mengangkat tema “Traditions for Inovations”, YPA-MDR mengembangkan jaringan baik di skala nasional maupun internasional. Dandy T. Hidayat sebagai desainer sejak bulan Juli 2015 telah membantu guru dan siswa binaan YPA-MDR dalam pembinaan kecakapan hidup untuk meningkatkaan kompetensi mereka dalam bidang tata busana seperti membuat pola, desain dan menjahit busana. 

“Kerja sama saya dengan YPA-MDR selama ini memberikan pengalaman yang luar biasa karena saya dapat mengajarkan guru dan siswa sekolah binaan Astra untuk mendesain dan menjahit busana. Pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran untuk saya sebagai desainer. Desain busana saya benar-benar menonjolkan kreativitas siswa dalam batik,” tutur Dandy.

Dandy T. Hidayat memilih “Connection” sebagai tema peragaan busana kali ini. Menurutnya, inilah potret dari industri fashion yang saling berkaitan dan tidak bisa lepas satu sama lain. Dari unsur fashion global prinsip dan konsep tersebut banyak terlihat dalam tren dunia 2017 – 2018 yang mengacu pada gaya news post modern edgy dengan mengedepankan unsur kontemporer dari corak ragam batik Gedangsari. Busana-busana yang ditampilkan menggunakan teknik drapery, opnaisel, permainan manset, modifikasi experience bentuk kerah, plisket, lipit dan drawstring sehingga dihasilkan 75 busana yang dinamic, sporty, asymetric, dan chic.

Arietta menambahkan bahwa pihaknya ingin memperlihatkan kemampuan siswa binaan Astra dalam industri batik. Peragaan batik karya siswa binaan YPA-MDR serta UKM di Gedangsari ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk para siswa binaan YPA-MDR dan anak-anak Indonesia lain agar bisa menciptakan berbagai karya kreatif lainnya.

“Hasil karya yang dihasilkan oleh Dandy T. Hidayat dan team beserta siswa-siswi SMK Negeri 2 Gedangsari ini merupakan bentuk nyata dari cinta kami terhadap batik sebagai budaya Indonesia. Harapannya partisipasi kami dalam melestarikan batik dapat menjadi sebuah persembahan dari gedangsari untuk dunia,” pungkasnya.

Teks: Della Yuanita; Foto: Istimewa

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post