Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Jumat (3/4), 1.986 orang di Indonesia Positif Covid-19, 134 orang sembuh, dan 181 meninggal.
BISNIS

Yayasan Fokus UKM Gandeng Indonesia@ccess untuk Memajukan UMKM Agar Siap Ekspor

Kerja sama itu dilaksanakan dalam rangka pendampingan UMKM untuk siap ekspor dan memasarkan produk UMKM dengan menggunakan platform Indonesia Access, sebagai market place dari Access Digital.

JAKARTA – KABARE.ID: PT. Access Digital Frontier (Access Digital), anak perusahaan Valdo Group melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Yayasan Fokus Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Fokus UMKM).

Kerja sama itu dilaksanakan dalam rangka pendampingan UMKM untuk siap ekspor dan memasarkan produk UMKM dengan menggunakan platform Indonesia Access, sebagai market place dari Access Digital.

Perjanjian tersebut ditandatangai oleh Direktur Utama PT. Access Digital, Reza Valdo Maspaitella dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Fokus UKM, Samsul Hadi dalam acara UMKM Meetup yang digelar di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, di Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).  

“Pendampingan UKM meliputi aspek legalitas badan usaha, peningkatan kualitas produk, kualitas kemasan, sertifikat produk, penyediaan jasa logistik (gudang dan pengiriman), dan pendanaan atau modal kerja,” tulis Mou tersebut.

Selain ditampilkan di platform Indonesia@ccess, agar produk UKM bisa diakses secara online oleh pembeli dari seluruh dunia, sejumlah UKM terpilih juga akan diikut sertakan dalam pameran – pameran perdagangan baik di dalam, maupun di luar negeri.

Pemberdayaan masyarakat digital

Dalam acara UMKM Meetup, digelar juga diskusi Gerakan Nasional UMKM Naik Kelas. Dalam acara itu Dirut PT. Access Digital, Reza Valdo Maspaitella menjelaskan bahwa Indonesia@ccess adalah platform pemberdayaaan masyarakat digital, dimana ada tiga tahap pemberdayaan.

Pertama adalah pemberdayaan mulai dari komunitas di seluruh Indonesia. Komunitas itu bisa berupa komunitas kampus, alumni sekolah, komunitas musik dan lain sebagainya. Salah satu pemberdayaan komunitas yang sudah dilakuakn oleh Valdo adalah melalui komunitas Orang Indonesia (fans musisi Iwan Fals) melalui platform OI Access.

“Tujuannya agar produk UMKM dalam komunitas itu bisa terbentuk dengan baik. Kalau komunitasnya sudah solid, UMKMnya juga akan kuat,” kata Reza.

Setelah pemberdayaan komunitas, ada program pemberdayaan antar kota atau city@ccess untuk mendukung komoditi daerah. Salah satu pemberdayaan city@ccess yang telah dijalankan oleh Valdo adalah Ambon@ccess dan Jogja@ccess.

“Tahun kemarin kita luncurkan Jogja@ccess melalui acara Jogja Heboh. Ada juga Ambon@ccess yang kita luncurkan di acara Ambon Extravaganza. Kita juga mau bangun Papua@ccess di Papua tapi sempat terkendala karena kerusuhan,” ujar Reza.

Tujuan dari City@ccess itu, kata Reza, adalah menghubungkan komoditi dari satu desa ke desa lain, atau dari satu kota ke kota lain. Ia mencontohkan, misalnya Jawa Barat sulit mendapat ikan segar, bisa mendatangkan ikan dari Ambon atau Papua. Begitu juga sebaliknya di Ambon sulit mendapatkan sayur bisa mendatangkan sayur - sayuran dari Jawa Barat.

“Kalau sudah bagus perdagangan antar kota kita bawa ke skala internasional melalaui Indonesia@ccess. Untuk saat ini Indonesia@ccess telah siap melakukan perdagangan di Afrika, Timur Tengah, dan juga di Amerika,” kata Reza.

Indonesia punya banyak produk unik

Reza percaya Indonesia punya banyak produk unik yang digemari oleh pasar luar negeri. Ia menyebut produk – produk unik itu sebagai harta karun tersembunyi yang harus ditemukan.

“Contohnya di Ambon ada produk yang tadinya tidak laku, kini menjadi produk unggulan. produk itu adalah jus pala. Bahkan sekarang para pelaku UMKM di sana sudah bisa membuat buah pala menjadi wine. Ini sangat cocok sekali bagi pasar di Eropa, apalagi minuman pala ini menyehatkan dan tren makanan sehat sedang bagus,” jelas Reza.

Reza berharapa selain buah pala ada lagi harta karun lainnya yang bisa ditemukan sehingga bisa memajukan UMKM Indonesia. Ia juga berharap harta karun itu dapat dibranding dan dikemas dengan sangat baik sehingga menarik pembeli luar negeri saat dipamerkan di pameran internasional.

“Kemasan dan storytelling di balik produk itu sangat penting. Di Selandia Baru misalnya, Indonesia@ccess pernah membawa produk UMKM dalam pameran internasional dengan storytelling yang menarik. Hasilnya peserta pameran di sana sangat tertarik dan yang terpenting harga produk tersebut menjadi naik karena ada nilainya,” tandas Reza. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post