Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Wiranto Setuju Lapas Khusus Dipindah ke Pulau Terpencil

Menko Polhukam, Wiranto. (Ist)

Kebanyakan Lapas di Indonesia sudah kelebihan kapasitas sehingga tercampur aduk antara maling ayam, bandar narkoba, koruptor, dan napi terorisme. Dikawatirkan ini akan menjadi media tukar menukar keahlian dalam hal kejahatan.

JAKARTA-KABARE.ID: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengaku sangat setuju terhadap wacana pemindahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) khusus ke pulau-pulau terpencil di Indonesia.

“Nanti saya koordinasi (dengan Menkumham terkait wacana itu). Untung ruginya kan ada. Tidak ada satu keputusan untung semua. Hambatannya, hal-hal negatif kita netralisir, ketimbang dalam kota,” kata Wiranto di Jakarta, Selasa (25/6).

Menurut dia, kebanyakan Lapas di Indonesia sudah kelebihan kapasitas sehingga tercampur aduk antara maling ayam, bandar narkoba, koruptor, dan napi terorisme. “Ternyata kebanyakan Lapas di Indonesia itu over kapasitas, kelebihan muatan, kelebihan penghuni, sehingga campur aduk. Ada maling ayam dengan bandar narkoba, ada koruptor, ada napiter itu kumpul jadi satu. Ini kan tidak sehat, (bisa) ada tukar menukar keahlian di situ,” katanya.

Pembangunan Lapas di pulau-pulau terpencil, menurut Wiranto, agar tidak ada interaksi dengan masyarakat luar. Dengan kondisi Lapas sekarang yang rata-rata berada di tengah kota, maka rangsangan untuk melakukan kegiatan-kegiatan negatif itu mudah sekali.

Menurut dia, saat ini Indonesia punya sekitar 17 ribu pulau dan 11 ribu pulau yang baru dihuni, sehingga masih punya 6 ribu pulau yang belum berpenghuni. “Ini sangat penting karena banyak kasus yang terjadi akibat Lapas yang over kapasitas di tengah kota. Tentu ada solusinya, tidak bisa kita biarkan,” ujar Wiranto. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post