Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

William Wongso: Kuliner Legendaris Itu Bisa Bertahan dan Punya Ciri Khas

Pakar kuliner Indonesia, William Wongso. (Instagram)

Mal Ciputra Jakarta menyelenggarakan kuliner "Kampoeng Legenda". Festival ini berfokus pada pengusaha bidang kuliner yang sudah melegenda di berbagai daerah Indonesia.

JAKARTA-KABARE.ID: Lebih dari 70 kuliner legendaris dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan festival kuliner “Kampoeng Legenda” di Mal Ciputra, Jakarta, pada 8-19 Agustus 2018.

"Kuliner legenda itu maksudnya yang sudah bisa bertahan, kalau kriteria umumnya itu harus lewat dari dua tiga generasi setidak-tidaknya.. dan tetap bisa menyajikan makanan-makanan khas dari daerah itu," ujar pakar kuliner Indonesia, William Wongso dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/8/2018), seperti dikutip Antaranews.com.

Dia mencontohkan asem-asem Koh Liem dari Semarang (1978), yang punya ciri khas masakan dengan kecap, misalnya cumi kecap yang menjadi favorit banyak orang. “Saya ingat itu cumi dengan kecap itu jadi favorit makanan di situ," kata dia.

Selain itu ada juga Toko Oen di Semarang (1930) dari keluarga Oen dan soto Betawi H. Maaruf yang dia kenal sejak puluhan tahun lalu saat pindah ke Jakarta.

Dalam kesempatan sama, General Manager Mal Ciputra Jakarta, Ferry Irianto mengatakan, festival kuliner “Kampoeng Legenda” yang digelar pada 8-19 Agustus 2018, ini dihadirkan sebagai bagian dari HUT Republik Indonesia ke-73.  

“Lebih dari 70 kuliner legendaris Indonesia kami datangkan dari tempat asalnya," ujar Ferry.

Ke- 70 kuliner legendaris ini antara lain nasi pindang Gajah Mada dari Yogyakarta (1987), Toko Oen Semarang, pisang plenet Mbak Toerdi Jalan Pemuda (1952), nasi liwet Wongso Lemu (1950), sate padang Ajo Ramon (1950), ketan susu Kemayoran (1958), hingga kopi es Tak Kie (1927).

"Kami berharap pengunjung bisa lebih mencintai kuliner Indonesia sebagai warisan budaya yang kita miliki.. (sehingga) bisa menjadi inspirasi bagi kita semua terutama generasi milenial," kata Ferry. (ant/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post