Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Webinar KPCPEN Bersama Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama : "Vaksin Aman, Masyarakat Sehat"

Web seminar oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bersama Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama. Menghadirkan narasumber : Kepala Dinas Kesehatan , Kab. Teluk Wondama, dan juga Kepala RSUD Kab. Teluk Wondama.

JAKARTA – KABARE.ID: Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bersama Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama menggelar edukasi publik virtual bertajuk “Vaksin Aman, Mayarakat Sehat” pada Senin (23/11/2020).

Kegiatan yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika ini menghadirkan dr. Habel I Y Pandelaki MM selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama, dr. Yoce Kurniawan selaku Kepala RSUD Kabupaten Teluk Wondama dan Ir. Rusman J Tingginehe M.Si selaku moderator acara.

Dalam kesempatan itu, dr Habel menjelaskan manfaat pemberian vaksin untuk mencegah penyakit, serta sejauh apa kesiapan Dinas Kesehatan di Teluk Wondama menyiapkan sarana dan prasarana vaksin agar bisa dikatakan aman saat digunakan kepada masyarakat.

“Sampai hari ini pelaksanaan vaksinasi dan imunisasi di Kabupaten Teluk Wondama aman-aman saja dan tidak ada keluhan atau efek samping yang serius. Memang ada laporan mengenai nyeri pada daerah yang disuntik vaksin, namun nyeri itu berangsur hilang dalam beberapa jam,” ujar dr. Habel.

Ia juga mengkalim dari 13 puskesmas di Kabupaten Teluk Wondama, 10 diantaranya sudah memiliki alat yang memadai untuk menyimpan berbagai jenis vaksin, mulai dari vaksin cacar air, hepatitis, campak, hingga vaksin rubela.

Dalam kesempatan itu, dibahas juga mengenai perkembangan vaksin virus corona yang rencananya siap disebarkan ke seluruh negeri pada tahun 2021.

Dr. Yoce Kurniawan menjelaskan bahwa vaksin virus corona yang nantinya akan disuntikan kepada masyarakat masuk dalam kategori vaksin yang aman. Hal ini dikarenakan vaksin virus corona dibuat dari virus yang sudah dimatikan, sehingga resiko dan efek samping yang didapat pasien akan sangat minim.

“Vaksin Covid-19 ini aman karena sudah dilakukan tiga kali uji klinis. Pertama pada hewan, kedua pada manusia, dan ketiga menguji efek samping yang paling minim,” ujar dr. Yoce Kurniawan.

Lebih lanjut dr. Yoce menjelaskan bahwa vaksin covid-19 hanya diberikan kepada orang yang negatif, baik itu yang belum pernah terpapar virus corona atupun yang sudah dinyatakan sembuh. “Sebab jika diberikan kepada pasien yang positif covid-19, manfaatnya tidak akan terasa,” jelasnya.  

Dari studi yang dia baca, setelah dilakukan vaksin covid-19, pasien akan mendapatkan kekebalan virus corona hingga sampai 6 bulan. “Setelah divaksin kemungkinan kita dapat bepergian (dalam jangka 6 bulan) tanpa harus melakukan rapid test. Namun kebijakan ini belum keluar dan akan dibahas oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Dalam diskusi publik virtual kali ini juga dilakukan tanya jawab dengan para peserta. Salah satunya bertanya mengenai kekawatiran vaksin virus corona palsu. Hal ini langsung ditepis oleh dr. Habel.

“Tidak perlu takut mengenai keaslian vaksin virus corona, karena penyebaran vaksin ini dilakukan melalui jalur resmi dari pemerintah. Jadi dapat dipastikan vaksin yang sampai ke masyarakat 100 persen aman dan juga gratis,” jelas dr. Habel. (bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post