Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Waspada, Kekurangan Zat Besi Berdampak pada Kecerdasan Anak

Kekurangan zat besi bisa berdampak pada kecerdasan anak. (Foto: istimewa)

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan sejumlah masalah pada anak, salah satunya anemia defisiensi besi hingga terganggunya performa kognitif anak.

JAKARTA - KABARE.ID: Zat besi merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk perkembangan buah hati. Kekurangan zat ini dapat menyebabkan sejumlah masalah pada anak, salah satunya anemia defisiensi besi hingga terganggunya performa kognitif anak.

Dikutip dari Inews.id, Ahli Gizi dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Dr drg Sandra Fikawati, MPH, mengatakan, kekurangan zat besi umumnya terjadi secara bertahap.

“Umumnya, kekurangan zat besi terjadi bertahap. Mulai dari penurunan jumlah zat besi pada tubuh anak, selanjutnya tubuh mulai membuat lebih sedikit sel darah merah,” katanya dalam diskusi virtual, Senin (25/1/2021).

Padahal, kekurangan zat besi bisa mengganggu performa intelektual dan kognitif anak. 

“Anemia gizi besi menimbulkan terlambatnya perkembangan psikomotor dan terganggunya performa kognitif pada anak usia sekolah dan prasekolah,” tuturnya.

Penelitian lebih lanjut pada 2001 menunjukkan, anak usia 6-16 tahun yang mengalami defisiensi zat besi juga memiliki nilai rata-rata tes matematika dan membaca yang lebih rendah dibandingkan anak-anak dengan gizi tercukupi.

“Tingkat zat besi dipengaruhi oleh konsumsinya, misalnya pola makan tidak seimbang, gangguan proses penyerapan zat besi di saluran pencernaan, cadangan zat besi dalam jaringan, serta ekskresi dan kebutuhan tubuh,” ucapnya.

Prof Sandra menerangkan, kebutuhan zat besi harian anak berbeda berdasarkan usianya. “Anak di usia 1-3 tahun membutuhkan tujuh miligram, sedangkan usia empat hingga enam tahun membutuhkan 10 miligram,” ujarnya.

Jika anak mengalami kekurangan zat besi, akan ada beberapa tanda atau gejala yang tampak. Di antaranya sulit berkonsentrasi saat belajar dan produktivitas menurun.

“Anak juga mengalami 5 L, yaitu lemah, letih, lesu, lemas, dan lunglai. Kemudian, bagian bawah mata, kuku, dan telapak tangan tampak pucat. Selain itu, sering pusing dan berkunang-kunang juga bisa menjadi tanda defisiensi zat besi,” katanya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post