Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Warga Garagahan Temukan Bunga Langka di Kebun

Foto: Istimewa

Tanaman dengan nama latin Amorphophallus titanum ini memiliki 2 fase, pertama tanaman ini hanya berupa tangkai, daun, dan batang. Kemudian fase kedua, tanaman ini sudah menunjukkan bunganya.

AGAM - KABARE.ID: Yossy Ferawati, warga Jorong II, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam menemukan bunga bangkai yang hidup di perkebunan miliknya, di Sungai Landai, Dusun Simaruok, Minggu (25/10).

Kepada AMCNews.co.id, Yossy menjelaskan, ia bersama suaminya sedang membersihkan kebun miliknya dan mencium bau yang sangat menyengat seperti bau bangkai.

“Awalnya kami kira bau ini adalah bangkai babi, karena beberapa hari sebelumnya, di lokasi ini menjadi tempat perburuan babi oleh masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan, setelah mencari ke sumber baunya, ternyata ditemukan bunga langka itu tumbuh di sisi tebing di bawah pohon kayu, tempatnya tidak jauh dari pondok peristirahatannya.

“Diperkirakan tinggi bunga bangkai ini hampir mencapai 2 meter, dengan lebar lebih kurang 1 meter,” jelasnya.

Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra saat dikonfirmasi AMCNews.co.id mengatakan, tanaman dengan nama latin Amorphophallus titanum ini diperkirakan berumur 2 tahun.

Dijelaskan, tanaman ini memiliki 2 fase, pertama adalah fase vegetatif, dimana tanaman ini hanya berupa tangkai, daun, dan batang. Sedangkan fase kedua, tanaman ini sudah menunjukkan bunganya, disebut dengan fase generatif.

Menurutnya, jika dilihat dari bentuknya sekarang, tanaman ini berada di fase generatif, karena bunganya sudah mekar sempurna.

“Masa mekar bunga ini hanya selama 7-10 hari, setelah itu bunga ini akan menjadi layu,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Amorphophallus titanum (Bunga Bangkai) adalah jenis tumbuhan yang dilindungi oleh UU Nomor 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“UU Nomor 5 Tahun 1990 ini mengatur tentang, setiap orang dilarang mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati,” tutupnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post