Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Warga Dusun Lamuk di Temanggung Menggelar Grebeg Rakyat Notoyudan di Tengah Pandemi

Foto: Infopublik.id

Pelaksanaan tradisi di bulan besar (dalam kalender jawa) yang sering disebut dengan Grebeg Notoyudan ini harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

TEMANGGUNG - KABARE.ID: Warga Dusun Lamuk, di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung, Jawa Tengah mengadakan Grebeg Rakyat Notoyudan, Minggu (2/8/2020).

Acara tersebut berlangsung dengan tertib serta tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, penyediaan tempat cuci tangan, handsanitizer dan cek suhu sebelum memasuki area grebeg.

Untuk menyukseskan acara, warga Lamuk membentuk tim yang berjumlah 20 orang, serta dibantu oleh Satgas dan Linmas.

Terdapat dua gunungan, tumpeng, ingkung, jajanan pasar, dan kesenian yang diarak keliling desa. Gunungan tersebut ialah gunungan darat yang melambangkan hasil bumi, dan gunungan rombong yang melambangkan alam semesta.

Warga berebut untuk mengambil gunungan, karena dipercaya dapat membawa berkah.

“Meskipun kita melaksanakan grebeg di tengah pandemi, tetapi tidak menyurutkan semangat, dan kekhidmatan warga,” ujar Mbah Gajul selaku sesepuh desa, sebagaimana dikutip dari Infopublik.id.

Dengan terselenggaranya grebeg ini, warga Dusun Lamuk berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir, dan tembakau tahun ini mendapatkan hasil yang maksimal.

“Semoga tahun ini cuaca baik, tembakau dibeli dengan harga yang pantas, dan semuanya mendapatkan keselamatan,” ujar Sutopo salah satu tokoh masyarakat. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post